BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah Indonesia kembali mengambil langkah strategis dengan menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke dalam Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini dinilai oleh para ekonom berpotensi besar untuk memacu pertumbuhan kredit perbankan dalam jangka waktu pendek.

Langkah ini merupakan respons terhadap kondisi pasar keuangan dan kebutuhan menjaga stabilitas sistem perbankan nasional. Penempatan dana ini bertujuan memastikan likuiditas perbankan tetap memadai di tengah dinamika ekonomi yang terjadi.

Menurut pengamatan dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), dana SAL yang disuntikkan ini akan berfungsi signifikan sebagai bantalan likuiditas bagi bank-bank BUMN. Total dana yang ditempatkan kembali dan ditambahkan jumlahnya mencapai angka fantastis, yaitu Rp380 triliun.

Penempatan likuiditas dalam jumlah besar ini diharapkan mampu menjaga rasio pinjaman terhadap kredit atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan agar tetap berada dalam zona sehat. Hal ini sangat krusial mengingat laju pertumbuhan kredit saat ini cenderung semakin kencang.

Esther Sri Astuti, Ekonom INDEF, menyoroti dampak dari besarnya dana SAL yang tersimpan di Himbara. Dana tersebut memiliki peranan penting dalam menahan laju kenaikan Cost of Fund atau suku bunga simpanan.

"Namun dana SAL yang besar di Himbara menahan kenaikan Cost of Fund (suku bunga simpanan) dan menjaga NIM (Net Interest Margin/Margin Bunga Bersih) tetap optimal di tengah naiknya suku bunga acuan," kata Esther kepada Bloomberg Technoz, Senin (29/6/2026).

Dengan terjaganya Cost of Fund dan Net Interest Margin (NIM) yang optimal, kinerja perbankan BUMN diharapkan lebih stabil. Hal ini terjadi meskipun bank sentral telah mengambil langkah menaikkan suku bunga acuan untuk mengendalikan inflasi.

Lebih lanjut, Esther menyampaikan pandangannya mengenai prospek kredit di tahun mendatang. Terdapat optimisme bahwa pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh Himbara dapat melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Meski demikian, lanjut Esther, ada optimisme pertumbuhan kredit Himbara dapat menembus target hingga 14%-15% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2026," tambahnya.