BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan bursa saham Asia menunjukkan tren penguatan yang solid pada perdagangan hari Selasa, membawa indeks acuan regional menuju jalur kinerja kuartalan terbaiknya dalam kurun waktu 17 tahun terakhir. Penguatan ini terutama ditopang oleh lonjakan signifikan pada saham-saham yang terafiliasi dengan sektor teknologi global.

Indeks MSCI Asia Pacific tercatat naik sebesar 0,5%, seiring dengan meningkatnya optimisme investor menjelang hari perdagangan terakhir kuartal ini. Secara akumulatif, indeks regional tersebut telah berhasil mencatatkan kenaikan impresif sebesar 20% hingga titik ini.

Penguatan di Asia ini mengikuti jejak positif yang telah dicapai oleh pasar Wall Street pada hari sebelumnya. Di Amerika Serikat, reli yang terjadi pada saham-saham produsen semikonduktor berhasil mengangkat Indeks S&P 500 sebesar 1,2% dan Indeks Nasdaq 100 melonjak hampir dua kali lipat lebih tinggi pada hari Senin.

Namun, di tengah euforia pasar saham, mata uang Jepang menghadapi tekanan hebat. Yen diperdagangkan di kisaran 161,93 per dolar Amerika Serikat pada awal perdagangan Selasa, setelah sempat menyentuh level terlemahnya di 161,98 saat sesi perdagangan di New York berlangsung.

Pelemahan yen hingga menyentuh level terendah sejak tahun 1986 ini diperkirakan akan memicu gelombang kekhawatiran baru di kalangan pemangku kepentingan Jepang. Hal ini secara otomatis membuat para pelaku pasar menjadi semakin waspada terhadap kemungkinan adanya intervensi mendadak dari pemerintah di pasar valuta asing.

Kenaikan harga saham global pada hari Senin muncul setelah pasar sempat mengalami aksi jual yang signifikan terkait sektor kecerdasan buatan (AI) baru-baru ini. Peristiwa ini menempatkan pasar ekuitas secara keseluruhan berada di jalur menuju kuartal terbaiknya dalam enam tahun terakhir.

Saat ini, fokus investor mulai beralih dari euforia teknologi menuju faktor-faktor makroekonomi yang lebih luas. Investor kini tengah mencermati ketegangan geopolitik global serta data ekonomi penting yang akan datang.

Data ekonomi tersebut diharapkan dapat memberikan petunjuk jelas mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) ke depan. Petunjuk tersebut sangat krusial untuk menentukan apakah bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya pada level tinggi untuk periode waktu yang lebih lama.

"Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Selasa, menempatkan indeks acuan regional berada di jalur kinerja kuartal terbaiknya dalam 17 tahun terakhir menyusul reli pada saham-saham sektor teknologi," demikian disampaikan oleh Rob Verdonck dan Anand Krishnamoorthy dari Bloomberg News.