BISNIS.HOTNEWS.ID - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyoroti adanya tren perlambatan dalam pertumbuhan tabungan yang dihimpun oleh masyarakat kelas menengah di Indonesia. Fenomena ini teramati meskipun secara keseluruhan, jumlah nominal dan rekening tabungan menunjukkan peningkatan tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyampaikan pengamatan ini saat ditemui di Kompleks Parlemen pada hari Senin, 20 Juli 2026. Ia menjelaskan bahwa data yang dihimpun LPS memperlihatkan adanya dinamika menarik dalam kebiasaan menabung masyarakat.
"Saya kan hanya memotret saja. Motretnya mengatakan bahwa jumlah nominal jumlah rekening naik, itu saja khususnya year-on-year," ungkap Anggito Abimanyu.
Namun, ia menambahkan bahwa gambaran tersebut sedikit berbeda jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih pendek. "Memang 3 bulan terakhir itu ada perlambatan, tetap naik [tipis]," jelasnya lebih lanjut.
Meskipun demikian, Anggito Abimanyu belum dapat memberikan rincian angka pasti mengenai seberapa besar perlambatan pertumbuhan tabungan kelas menengah tersebut. Analisis lebih mendalam masih memerlukan data dan kajian lebih lanjut.
Salah satu faktor yang diduga berkontribusi pada tren ini adalah semakin berkurangnya jumlah masyarakat yang belum memiliki akses ke rekening bank. Data menunjukkan bahwa kelompok usia produktif, yang berada dalam rentang usia 15 hingga 69 tahun, kini hanya tersisa sekitar 15 juta orang yang belum memiliki rekening.
Anggito Abimanyu memaparkan bahwa terjadi penurunan rata-rata sekitar 2 juta orang per tahun dalam kategori masyarakat yang belum memiliki rekening. Fenomena ini secara umum diinterpretasikan sebagai peningkatan penetrasi layanan perbankan di masyarakat.
"Kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan layanan perbankan untuk bertransaksi," ujar Anggito Abimanyu. Hal ini mengindikasikan pergeseran perilaku finansial masyarakat menuju penggunaan produk dan layanan perbankan yang lebih luas.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, fenomena ini mengundang perhatian lebih lanjut mengenai faktor-faktor spesifik yang mendorong perlambatan pertumbuhan tabungan kelas menengah, di tengah peningkatan inklusi keuangan secara umum.