BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintahan Amerika Serikat, melalui Pejabat United States Trade Representative (USTR) Jamieson Greer, mengklaim bahwa kebijakan tarif baru yang diterapkan terhadap 60 negara mitra dagang tidak akan memberikan dampak berarti bagi perekonomian domestik.
Tarif baru yang telah diumumkan tersebut memiliki besaran 10% dan 12,5%. Besaran ini dinilai tidak jauh berbeda dengan tarif global sementara yang sebelumnya telah diberlakukan oleh AS.
Oleh karena itu, Greer berpendapat bahwa kebijakan ini tidak akan menciptakan perubahan ekonomi yang signifikan dibandingkan dengan kondisi yang sudah berjalan saat ini.
Saat ditanya mengenai potensi pengaruh tarif baru ini terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, Greer memberikan pandangan yang tegas.
"Saya rasa tidak akan berdampak sama sekali," ujar Jamieson Greer, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa, 28 Juli 2026.
Pernyataan ini mengindikasikan keyakinan USTR bahwa langkah tarif tersebut tidak akan mengganggu stabilitas atau arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Kebijakan tarif baru ini merupakan kelanjutan dari strategi perdagangan yang telah diinisiasi oleh Presiden Donald Trump sebelumnya.
Fokus utama dari kebijakan ini adalah untuk mengatur ulang hubungan dagang AS dengan sejumlah negara besar di dunia.
Dikutip dari Reuters, pernyataan ini disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai dampak ekonomi yang diharapkan dari pemberlakuan tarif baru tersebut.