BISNIS.HOTNEWS.ID - Tiongkok menunjukkan dominasinya dalam pengembangan energi terbarukan global dengan terus membangun proyek pembangkit listrik tenaga angin dan surya dalam skala yang belum tertandingi oleh negara manapun.
Data terbaru menunjukkan bahwa hingga Juni, negara tersebut memiliki kapasitas tenaga surya yang sedang dibangun mencapai sekitar 262 gigawatt.
Selain itu, kapasitas tenaga angin yang sedang dalam tahap konstruksi juga sangat besar, tercatat sebanyak 251 gigawatt pada periode yang sama.
Angka-angka fantastis ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan data pada akhir tahun 2025, menegaskan laju pesat Tiongkok dalam energi hijau. Hal ini diungkapkan oleh Aiqun Yu, seorang ahli strategi senior Asia Timur untuk Global Energy Monitor (GEM).
"Kedua angka tersebut meningkat dari akhir tahun 2025 dan menunjukkan bahwa China mempertahankan laju pengembangan energi terbarukannya, meski terjadi perlambatan besar-besaran dalam data instalasi resmi," ujar Aiqun Yu, ahli strategi senior Asia Timur untuk GEM, yang memantau infrastruktur energi.
Aiqun Yu menjelaskan bahwa adanya distorsi dalam data instalasi resmi terjadi pasca-pemberlakuan aturan penetapan harga listrik baru pada Juni 2025. Aturan ini mendorong perusahaan untuk mempercepat jadwal konstruksi proyek mereka agar rampung sebelum batas waktu yang ditentukan.
"Secara keseluruhan, aktivitas pembangunan tetap relatif konsisten," pungkas Yu, menekankan bahwa percepatan ini hanya bersifat administratif dan tidak mengurangi volume pembangunan riil.
Meskipun demikian, terdapat kekhawatiran yang semakin meningkat bahwa sebagian besar energi bersih yang dihasilkan dari mega-proyek ini berpotensi terbuang sia-sia karena berbagai faktor teknis dan logistik.
Dikutip dari Bloomberg, proyek-proyek pembangkit listrik tenaga angin dan surya skala besar yang sedang dibangun di Tiongkok terus melampaui negara-negara lain di dunia.