BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan pembangunan Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII) mendapat sorotan tajam dari kalangan ekonom terkait kecepatan persiapan negara tetangga. Disebutkan bahwa Vietnam telah menunjukkan inisiatif yang lebih agresif dalam mewujudkan pusat keuangan internasional mereka.

Menurut pandangan ekonom, Vietnam dilaporkan telah memiliki peta jalan atau rencana untuk pusat keuangan internasional mereka yang dapat terealisasi pada awal tahun 2026 mendatang. Hal ini menempatkan Vietnam selangkah lebih maju dibandingkan dengan langkah Indonesia saat ini.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, menggarisbawahi bahwa persiapan Vietnam sudah dimulai sejak tahun 2025. Mereka secara intensif telah mengkaji dan mempersiapkan kerangka kerja untuk pusat keuangan global tersebut.

Telisa Aulia Falianty menjelaskan bahwa Vietnam bahkan telah melibatkan konsultan ahli untuk menyusun dokumen penting terkait proyek ambisius tersebut. Konsultan ini membantu dalam penyusunan White Paper resmi proyek pusat keuangan internasional Vietnam.

"Yang paling agresif itu Vietnam. Ternyata Vietnam sudah lebih dulu, mereka sudah one step ahead dibandingkan kita. [persiapan] 2025. Enggak apa-apa tapi kita harus mengejar juga, jadi artinya ini yang real pesaing kita peers kita ini Vietnam," kata Telisa Aulia Falianty saat memberikan pandangan dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Senin, 6 Juli 2026.

Lebih lanjut, Telisa membandingkan strategi lokasi yang diterapkan kedua negara dalam pengembangan pusat keuangan unggulan masing-masing. Vietnam memilih pendekatan yang lebih luas dengan menargetkan dua lokasi utama untuk pengembangan pusat keuangan internasional mereka.

Diterangkan bahwa Vietnam memutuskan untuk menyewa konsultan asing guna mengembangkan pusat keuangan internasional di dua kota strategis, yaitu Ho Chi Minh dan Da Nang. Keputusan ini berbeda dengan Indonesia yang saat ini memprioritaskan Bali sebagai lokasi unggulan bagi PFII.

Adapun alasan utama Vietnam begitu serius mengembangkan pusat keuangan global ini berkaitan erat dengan daya tarik investasi mereka. Negeri Naga Biru tersebut kini menjadi salah satu destinasi favorit bagi aliran dana investasi asing atau Foreign Direct Investment (FDI) di kawasan Asia.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, perkembangan ini menjadi catatan penting bagi Indonesia untuk mempercepat proses pembentukan dan implementasi LP PFII agar dapat bersaing secara efektif di kancah regional.