BISNIS.HOTNEWS.ID - Kucing liar yang kerap berkeliaran di sekitar permukiman terkadang menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian warga. Kehadiran mereka, meskipun umumnya tidak berbahaya, dapat mengganggu aktivitas seperti merusak tanaman atau meninggalkan kotoran di halaman.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengelola keberadaan kucing liar secara humanis. Salah satu metode yang efektif adalah memanfaatkan indra penciuman mereka yang sangat sensitif terhadap aroma tertentu.

Kucing memiliki penciuman yang jauh lebih tajam dibandingkan manusia, membuat beberapa jenis bau dapat secara alami membuat mereka menjauh dari suatu area. Ini menjadi solusi tanpa kekerasan untuk menjaga kenyamanan lingkungan.

Aroma yang paling tidak disukai kucing liar meliputi berbagai jenis buah sitrus. Kulit jeruk, lemon, limau, hingga grapefruit diketahui ampuh membuat mereka enggan mendekat.

Menempatkan potongan kulit buah-buahan sitrus di area yang sering dilalui atau didatangi kucing liar dapat menjadi strategi pencegahan yang efektif. Hal ini secara alami akan mengurangi kunjungan mereka.

Selain itu, bau asam yang kuat dari cuka juga terbukti membuat kucing enggan untuk mendekat. Cairan ini dapat diaplikasikan dengan cara diencerkan terlebih dahulu sebelum disemprotkan.

Penyemprotan cuka yang telah diencerkan pada titik-titik strategis di sekitar rumah dapat menciptakan zona yang tidak disukai oleh kucing liar. Ini merupakan cara alternatif untuk mengusir mereka.

Tak ketinggalan, ampas kopi yang memiliki aroma tajam juga termasuk dalam daftar bau yang kurang disukai oleh kucing. Penggunaannya tidak hanya mengusir, tetapi juga memiliki manfaat ganda.

"Aroma dari kulit jeruk, lemon, limau, maupun grapefruit termasuk bau yang paling tidak disukai kucing," ujar narasumber, yang mengindikasikan sensitivitas kucing terhadap wewangian sitrus.