BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar saham Indonesia menunjukkan performa impresif pada perdagangan hari sebelumnya, Senin, 15 Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan substansial, ditutup menguat sebesar 4,12 persen.
Kenaikan signifikan tersebut membawa IHSG berakhir di level penutupan 6.254 poin pada akhir sesi perdagangan Senin (15/6/2026). Hal ini memberikan sentimen positif bagi investor menjelang perdagangan hari ini, Selasa (17/6/2026).
Pergerakan intraday IHSG menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, namun ditutup mendekati puncak hariannya. IHSG sempat menyentuh level tertinggi harian di posisi 6.345, mengindikasikan adanya minat beli yang kuat sepanjang sesi perdagangan.
Meskipun demikian, pada sesi pagi hingga siang hari, indeks sempat terkoreksi sesaat hingga menyentuh level terendah intraday di angka 6.118. Perbedaan antara level terendah dan tertinggi ini menunjukkan dinamika pasar yang cukup aktif pada hari tersebut.
Penguatan IHSG ini ditopang kuat oleh kinerja sektor-sektor fundamental yang mengalami lonjakan signifikan. Tiga sektor utama yang menjadi motor penggerak kenaikan adalah saham barang baku, saham keuangan, dan saham perindustrian.
Sektor barang baku memimpin dengan lonjakan impresif mencapai 7,26 persen, diikuti oleh saham keuangan yang melesat 5,24 persen. Sementara itu, sektor perindustrian turut berkontribusi besar dengan kenaikan sebesar 4,51 persen.
Aktivitas transaksi pada hari tersebut menunjukkan dominasi oleh aksi pembelian oleh investor. Volume perdagangan tercatat mencapai 54,61 miliar saham, dengan total nilai transaksi yang berhasil diselesaikan mencapai Rp30,14 triliun.
Frekuensi transaksi juga tercatat sangat tinggi, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar untuk melakukan jual beli saham. Total frekuensi perdagangan yang tercatat mencapai 3,25 juta kali diperjualbelikan sepanjang hari tersebut.
Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa mayoritas saham bergerak positif pada penutupan kemarin. Sebanyak 603 saham berhasil menguat, berbanding terbalik dengan hanya 125 saham yang mengalami pelemahan.