BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah insiden serius terjadi di wilayah udara New York ketika pesawat komersial dari maskapai JetBlue Airways Corp dilaporkan bersenggolan dengan pesawat nirawak atau drone. Kejadian ini meningkatkan kekhawatiran publik mengenai keselamatan penerbangan di salah satu hub udara tersibuk di Amerika Serikat.
Peristiwa ini berlangsung pada hari Senin (29/6), saat pesawat tersebut tengah dalam fase akhir pendaratan di Bandara Internasional John F. Kennedy (JFK). Insiden serupa sebelumnya juga sempat dialami oleh maskapai penerbangan lain yang beroperasi di sekitar area metropolitan New York.
Pilot pesawat JetBlue segera menginformasikan kejadian tersebut kepada menara pengawas lalu lintas udara (ATC) mengenai kontak fisik yang terjadi. Pilot mengonfirmasi bahwa benturan tersebut terjadi saat pesawat sedang bermanuver menjelang mendarat.
Pilot secara spesifik menjelaskan kronologi tabrakan tersebut kepada petugas ATC yang memantau pergerakan udara. "Kami bertabrakan dengan sebuah drone di belakang sana saat berbelok," ujar pilot tersebut kepada petugas menara pengawas lalu lintas udara, berdasarkan rekaman audio percakapan keduanya.
Pilot menambahkan bahwa titik benturan drone dengan pesawat berada di bagian atas badan pesawat. "Benda itu menghantam kami tepat di atas kokpit," tambah pilot, mengindikasikan potensi risiko tinggi yang dihadapi kru dan penumpang.
Insiden kontak dengan drone ini terjadi pada ketinggian yang relatif rendah, yaitu sekitar 3.000 kaki atau setara dengan 914 meter dari permukaan tanah. Ketinggian tersebut merupakan fase krusial dalam prosedur pendaratan pesawat.
Badan Penerbangan Federal AS (FAA) mengonfirmasi penerimaan laporan mengenai insiden ini, yang tercatat terjadi sekitar pukul 07.15 pagi waktu setempat. Setelah pendaratan, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pesawat yang terlibat.
Pihak regulator penerbangan kemudian memberikan keterangan mengenai hasil inspeksi awal pesawat tersebut. "Pemeriksaan setelah penerbangan tidak menunjukkan adanya kerusakan pada badan pesawat," ungkap pihak regulator tersebut.
Dilansir dari Bloomberg News, insiden ini bukan satu-satunya peringatan dalam beberapa hari terakhir. Tiga hari sebelum kejadian JetBlue, awak United Airlines Holdings Inc juga melaporkan penampakan drone serupa.