BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi dalam struktur kepemilikan PT Gunbuster Nickel Industry (GNI), salah satu smelter nikel di Indonesia. Akuisisi ini melibatkan entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Republik Rakyat Tiongkok.

Pihak yang dikabarkan mengambil alih mayoritas saham adalah Zhejiang Materials Development Co., Ltd., yang juga dikenal dengan nama Zheshang Zhongtuo. Akuisisi ini mencakup 75% dari keseluruhan saham yang sebelumnya dipegang oleh Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd.

Kepemilikan saham Jiangsu Delong di PT GNI sebelumnya mencapai angka signifikan, yaitu 99,84%. Dengan transaksi ini, kendali mayoritas atas operasional smelter tersebut berpindah tangan.

Keputusan ini merupakan bagian dari proses hukum yang lebih besar mengenai restrukturisasi perusahaan induk di Tiongkok. Pengadilan Xiangshui di Provinsi Jiangsu telah memberikan persetujuan resmi terhadap rencana reorganisasi tersebut.

Rencana reorganisasi ini mencakup total 30 perusahaan yang berada di bawah payung hukum Jiangsu Delong Nickel Industry. Persetujuan pengadilan ini menjadi landasan hukum bagi peralihan kepemilikan aset.

Dikutip dari China.com, disebutkan bahwa BUMN China tersebut berencana mengakuisisi 75% dari 99,84% saham GNI melalui mekanisme investasi restrukturisasi. Langkah ini menegaskan komitmen Zheshang Zhongtuo dalam pengelolaan aset tersebut.

Selain akuisisi saham langsung, terdapat rencana kolaborasi investasi lebih lanjut yang akan dilakukan oleh Zheshang Zhongtuo. Pihak Jinhai Stainless Steel juga disebut akan turut serta dalam investasi tambahan di PT GNI.

"Pengadilan Xiangshui Provinsi Jiangsu menyetujui rencana reorganisasi Jiangsu Delong dan mengakhiri proses reorganisasi Jiangsu Delong. Menurut rencana restrukturisasi Jiangsu Delong, Zhejiang Zhongtuo atau entitas yang ditunjuknya akan mengakuisisi 75% dari 99,84% saham GNI yang secara tidak langsung dimiliki oleh Delong melalui investasi restrukturisasi ini," sebagaimana dilaporkan China.com.

Perkembangan ini pertama kali diangkat oleh Bloomberg Technoz dari Jakarta, menggarisbawahi pentingnya transaksi ini dalam lanskap industri pengolahan nikel di Indonesia. Situasi ini menandai babak baru bagi operasional smelter tersebut.