BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah tengah mematangkan langkah signifikan untuk meringankan beban pembiayaan bagi pelaku usaha ultra mikro di Indonesia. Langkah konkret ini berupa penurunan drastis suku bunga kredit yang selama ini menjadi tumpuan utama bagi segmen usaha terkecil.
Penurunan suku bunga ini secara khusus menyasar program kredit ultra mikro yang dikelola oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui layanan Mekaar. Rencananya, bunga pinjaman akan dipangkas tajam dari angka semula yang mencapai 25%.
Kebijakan progresif ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kementerian terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan akses permodalan yang lebih terjangkau bagi para wirausahawan mikro.
Saat ini, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sedang fokus pada fase persiapan teknis kebijakan monumental tersebut. Persiapan ini mencakup perumusan aturan pendukung hingga penyusunan petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan di lapangan.
Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro sekaligus Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengonfirmasi progres persiapan ini saat ditemui media pada Rabu (24/6/2026) di Jakarta Selatan. Beliau menyatakan bahwa fokus utama adalah merealisasikan arahan presiden tersebut.
"Sekarang sedang dipersiapkan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memastikan pembiayaan bagi ultra mikro kita melalui PNM itu bisa bunganya pada angka 8%," kata Riza Damanik, menegaskan target penurunan bunga yang ambisius tersebut.
Target waktu implementasi kebijakan ini ditetapkan paling lambat pada momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu tanggal 17 Agustus mendatang. Ini menunjukkan urgensi pemerintah dalam memberikan stimulus ekonomi kepada UMKM.
Dengan penurunan bunga hingga mencapai 8%, diharapkan daya saing dan keberlanjutan usaha ultra mikro akan meningkat pesat. Hal ini sekaligus sejalan dengan visi pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi dari akar rumput.
Dikutip dari Kementerian UMKM, proses penyusunan regulasi teknis ini diharapkan rampung dalam waktu dekat, sehingga implementasi di seluruh unit PNM Mekaar dapat berjalan serentak dan efektif.