BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menegaskan bahwa upaya pencapaian ketahanan pangan nasional merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Presiden dalam sebuah acara resmi yang dihadiri oleh para pelaku utama sektor maritim dan agrikultur.
Secara spesifik, Presiden Prabowo menyoroti bahwa keterlibatan institusi keamanan negara, yaitu Kepolisian RI (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), menjadi bagian integral dari strategi pemerintah dalam menggenjot produksi pangan. Hal ini menunjukkan adanya sinergi lintas sektor dalam mencapai stabilitas ketersediaan bahan pokok.
Peristiwa penting ini terjadi saat Presiden menghadiri acara Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan Tahun 2026. Lokasi acara yang dipilih adalah Gorontalo, sebuah wilayah yang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan dan pertanian di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran kabinet yang fokus pada isu pangan. Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras para menteri terkait.
Presiden secara khusus menyebutkan beberapa nama menteri yang memegang peranan kunci dalam koordinasi sektor pangan. Tiga nama yang disorot adalah Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Dilansir dari berbagai sumber pemberitaan saat itu, Presiden Prabowo menyatakan penghargaan dan rasa terima kasihnya kepada para menteri tersebut atas dedikasi mereka dalam mengurus sektor strategis pangan nasional.
Setelah memberikan penghormatan kepada jajaran kabinet, fokus pidato kemudian beralih pada mekanisme implementasi di lapangan yang melibatkan aparat negara. Presiden menekankan bahwa upaya peningkatan produktivitas tidak bisa hanya mengandalkan sektor sipil semata.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kontribusi TNI dan Polri sangat diperlukan untuk mendukung upaya penguatan produksi pangan di seluruh wilayah Indonesia. Dukungan ini mencakup aspek pengamanan hingga distribusi hasil pertanian dan perikanan.
"Upaya menggenjot produktivitas pangan juga dibantu oleh TNI dan Polri," ujar Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan sambutan di hadapan para petani dan nelayan, sebagaimana dikutip dari berbagai media saat itu.