BISNIS.HOTNEWS.ID - Pengacara ternama Hotman Paris Hutapea mengumumkan pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Keputusan ini diambil hanya berselang enam hari setelah ia menyatakan kesediaannya mendampingi Febrie.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (23/07/2026), ketika Hotman Paris menyampaikan alasan di balik langkah mengejutkannya tersebut kepada awak media. Mundurnya Hotman Paris dari kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah menimbulkan pertanyaan publik mengenai perkembangan selanjutnya.

Alasan utama Hotman Paris mundur dari posisinya adalah kondisi kesehatannya yang membutuhkan perawatan segera. Ia menderita sakit saraf kejepit di bagian pinggang yang rasa sakitnya menjalar hingga ke kaki.

Kondisi ini memaksanya untuk segera mencari penanganan medis. Hotman Paris berencana untuk bertolak ke Singapura pada hari Jumat, 24 Juli 2026, untuk menjalani serangkaian perawatan yang intensif.

"Saya dua bulan pertama dari mulai Mei bulan Juni saya udah kesakitan terus," ujar Hotman Paris kepada awak media, Kamis (23/07/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi lamanya penderitaan yang dialaminya.

Hotman Paris melanjutkan, "Terus saya ke Singapura pada Juli. Terus gua gak berani. Akhirnya gua nekat, berangkat lagi ke Singapura pada 8 Juli 2026. Lalu pada 9 Juli 2026 dioperasi subuh-subuh, pagi-pagi ya dengan ketakutan kan dibius total ya," urainya.

Ia menjelaskan lebih lanjut mengenai proses operasi yang dijalaninya. "Saya dua hari total di-opname, tidak bisa kaki bergerak, ya dan memang langsung sembuh yang kakinya itu yang saraf kejepit yang kaki sakit di paha sama di betis. Cuman yang di bekas operasi di sini nih diperban semua punggung," ungkapnya.

Hotman Paris menegaskan bahwa ia telah memberitahukan keputusannya kepada Febrie Adriansyah dua hari sebelumnya. Namun, Febrie sempat memohon agar Hotman Paris tetap menjadi kuasa hukumnya untuk beberapa hari tambahan.

Permohonan Febrie tersebut tidak dapat dipenuhi oleh Hotman Paris, mengingat kondisi kesehatannya yang memburuk. Ia sangat khawatir jika penundaan perawatan akan berakibat pada kelumpuhan.