BISNIS.HOTNEWS.ID - Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran baru-baru ini melaksanakan serangkaian pembicaraan yang bersifat tidak langsung di Doha, Qatar. Pertemuan ini diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 1 Juli, untuk meninjau kembali isu-isu krusial yang telah menjadi fokus kesepakatan sementara dua minggu sebelumnya.

Para negosiator dari kedua negara tersebut dilaporkan menghabiskan waktu selama dua hari di Doha untuk mendiskusikan berbagai agenda penting. Sumber yang mengetahui jalannya diskusi menyebutkan bahwa fokus utama adalah memastikan kelancaran lalu lintas maritim di area strategis Selat Hormuz.

Isu kedua yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan di Qatar ini adalah mengenai mekanisme pencairan dana milik Iran yang selama ini tertahan. Kedua topik ini dinilai sangat penting dan menjadi benang merah dalam tercapainya kesepakatan awal antara kedua belah pihak.

Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut penting guna menjaga stabilitas regional, khususnya yang berkaitan dengan jalur pelayaran internasional yang vital tersebut. Hal ini menunjukkan adanya upaya berkelanjutan untuk meredakan ketegangan melalui jalur diplomasi.

Juru Bicara kementerian terkait memberikan konfirmasi mengenai hasil positif dari pertemuan tersebut melalui unggahan di platform X. Hal ini mengindikasikan bahwa perundingan tersebut berjalan sesuai harapan untuk mencapai kemajuan konkret.

"Diskusi di Doha menghasilkan kemajuan positif pada isu-isu terkait memorandum yang menghentikan perang pada Juni dan membangun hasil dari KTT di Swiss," ujar Juru Bicara kementerian, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (2/7/2026).

Pernyataan resmi tersebut menggarisbawahi bahwa diskusi di Doha telah berhasil membawa perkembangan yang baik terkait dengan nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan perselisihan pada bulan Juni. Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan memperkuat hasil dari pertemuan puncak yang sebelumnya telah diadakan di Swiss.

Dilansir dari Reuters, pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk menyelesaikan permasalahan yang sempat tertunda melalui dialog yang terstruktur dan terfokus. Pembahasan mengenai Selat Hormuz dan isu finansial Iran menjadi prioritas utama dalam agenda mereka.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Finance.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.