BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah perkembangan signifikan dalam hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kini mulai terkuak setelah salinan draf perjanjian final berhasil diperoleh oleh Bloomberg News. Dokumen tersebut mengindikasikan bahwa Iran akan menerima sejumlah besar insentif finansial sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan damai dengan Washington.
Rincian keuntungan ekonomi yang akan diperoleh Teheran tercantum secara eksplisit dalam draf nota kesepahaman (MoU) tersebut. Insentif yang disajikan mencakup hak untuk segera dapat menjual minyak mentah negaranya di pasar internasional.
Selain itu, Iran diperkirakan akan mendapatkan akses terhadap dana pembangunan dengan nilai fantastis, yaitu sebesar US$300 miliar, yang setara dengan sekitar Rp5.328 triliun. Jumlah ini menunjukkan skala komitmen finansial yang disiapkan dalam kesepakatan tersebut.
Keuntungan ekonomi lainnya adalah pencairan aset-aset Iran yang selama ini telah dibekukan oleh pihak Amerika Serikat. Manfaat finansial ini menjadi inti dari timbal balik dalam perundingan yang telah berlangsung alot antara kedua negara.
Meskipun garis besar dari MoU ini sudah mulai beredar beberapa hari sebelumnya, dokumen terbaru ini menawarkan rincian paling komprehensif mengenai imbalan ekonomi yang akan diterima oleh Teheran. Imbalan ini diberikan sebagai kompensasi atas sejumlah konsesi penting dari pihak Iran.
Konsesi utama dari Iran adalah kesediaan mereka untuk membuka kembali blokade di jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Selain itu, Iran juga menegaskan kembali komitmennya untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir di masa mendatang.
Kedua belah pihak dilaporkan telah menyepakati draf perjanjian ini pada hari Minggu lalu. Penandatanganan fisik secara resmi dijadwalkan berlangsung pada tanggal 19 Juni 2026 di Swiss, menandai sebuah tonggak sejarah penting dalam hubungan bilateral.
Langkah penandatanganan tersebut akan membuka periode perundingan lanjutan selama 60 hari ke depan. Tujuan dari fase lanjutan ini adalah untuk mengakhiri konflik secara permanen sekaligus menetapkan batas-batas yang sangat ketat pada program nuklir Iran.
"Meskipun poin-poin garis besar nota kesepahaman (MoU) ini telah beredar selama beberapa hari, dokumen terbaru ini menyajikan rincian paling lengkap mengenai keuntungan ekonomi yang akan didapatkan Teheran," menurut analisis yang disampaikan oleh Jonathan Tirone, Daniel Flatley dan Josh Wingrove dari Bloomberg News.