BISNIS.HOTNEWS.ID - Gempa bumi dengan kekuatan dahsyat melanda wilayah Filipina, menjadi guncangan alam terkuat yang pernah tercatat di negara tersebut dalam kurun waktu lima dekade terakhir. Bencana alam ini telah menimbulkan dampak signifikan, menyebabkan korban jiwa dan memaksa evakuasi massal warga.

Peristiwa seismik ini berpusat di Pulau Mindanao, bagian selatan Filipina, di mana kerusakan bangunan dan infrastruktur menjadi pemandangan utama pasca guncangan. Otoritas setempat kini tengah berupaya keras menginventarisasi skala penuh dari kerusakan yang terjadi.

Menurut data gabungan dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan otoritas Filipina, kekuatan gempa tersebut diperkirakan mencapai Magnitudo 7,8. Guncangan ini terjadi pada pagi hari, tepatnya pukul 07.37 waktu Manila.

Gempa ini tercatat sebagai yang paling kuat melanda Filipina sejak tahun 1976, sekaligus memegang status sebagai gempa terkuat di seluruh dunia sepanjang tahun berjalan berdasarkan pembaruan data dari USGS.

Korban jiwa akibat bencana ini dikonfirmasi telah mencapai angka 35 orang pada awal penghitungan resmi. Kematian tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk korban yang meninggal karena serangan jantung mendadak.

Selain korban jiwa, banyak warga yang harus meninggalkan rumah mereka karena ancaman bangunan runtuh, diperkirakan sekitar 70.000 warga terpaksa mengungsi dari zona bahaya. Lebih dari seratus orang juga dilaporkan menderita luka-luka akibat reruntuhan.

Salah satu penyebab utama korban meninggal adalah tertimpa reruntuhan bangunan di area Provinsi Cotabato Selatan, sebagaimana dicatat oleh tim investigasi di lapangan.

Institut Volkanologi dan Seismologi Filipina turut memberikan peringatan penting terkait dampak sekunder, yaitu adanya gelombang tsunami kecil. Mereka melaporkan bahwa gelombang setinggi 1 meter sempat menerjang sepanjang garis pantai di beberapa provinsi selatan.

Menanggapi skala kerusakan yang masif dan kebutuhan mendesak di lapangan, pemerintah pusat Filipina telah mengambil langkah respons cepat. Pemerintah menjanjikan akan segera mengalokasikan dana darurat untuk wilayah yang terkena dampak langsung.