BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengambil keputusan penting terkait dunia pendidikan kedokteran di Sulawesi Utara. Keputusan ini berupa penghentian sementara seluruh kegiatan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Langkah drastis ini diambil menyusul adanya insiden duka atas meninggalnya seorang peserta PPDS Anestesiologi. Almarhum, dr. Adrian Rantung, dilaporkan meninggal dunia dalam kondisi yang menimbulkan dugaan adanya praktik perundungan atau bullying selama masa pendidikannya.
Keputusan penghentian sementara ini secara spesifik berlaku untuk kegiatan pembelajaran PPDS Anestesiologi yang diselenggarakan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Dr. R.D. Kandou, Manado. Lokasi ini merupakan tempat utama pelaksanaan program spesialisasi tersebut.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengonfirmasi langsung kebijakan yang telah diambil oleh kementerian. Keputusan ini merupakan respons cepat terhadap situasi serius yang terjadi di institusi pendidikan tersebut.
"Sudah saya minta stop," kata Azhar saat dikonfirmasi oleh awak media pada hari Senin, 6 Juli 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa penghentian kegiatan bersifat final dan segera dilaksanakan.
Secara administratif, keputusan penghentian sementara tersebut telah dituangkan dalam dokumen resmi. Hal ini termaktub dalam Keputusan Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado mengenai Penghentian Sementara Kegiatan Pembelajaran Program Studi Anestesiologi.
Keputusan tersebut menjadi landasan hukum bagi pihak rumah sakit untuk menangguhkan semua aktivitas akademik dan praktik bagi para peserta PPDS Anestesiologi Unsrat. Tindakan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meninjau integritas lingkungan pendidikan.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, keputusan ini diharapkan memberikan waktu bagi evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan perlakuan terhadap para dokter peserta spesialisasi di fasilitas kesehatan tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan dan kesejahteraan para peserta didik.
Kemenkes menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman dan suportif, terutama dalam program pendidikan dokter spesialis yang memiliki tekanan tinggi. Kasus meninggalnya dr. Adrian Rantung menjadi momentum penting untuk meninjau ulang mekanisme pengawasan internal.