BISNIS.HOTNEWS.ID - Organisasi Maritim Internasional (IMO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan rencana untuk segera mengaktifkan kembali operasi evakuasi kapal-kapal yang sebelumnya tertahan di perairan strategis Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah proses evakuasi tersebut sempat dihentikan sementara menyusul adanya insiden penyerangan terhadap sebuah kapal.
Insiden yang memicu penundaan tersebut melibatkan sebuah kapal yang berlayar di bawah bendera Singapura, yang menjadi sasaran serangan beberapa waktu sebelumnya. Kejadian ini memerlukan evaluasi keamanan mendalam sebelum operasi kemanusiaan dapat dilanjutkan kembali.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menjadi juru bicara utama dalam menyampaikan perkembangan terbaru mengenai situasi kritis di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa upaya diplomasi intensif kini sedang berlangsung untuk menjamin keselamatan pelayaran.
Pihak IMO tengah intensif melakukan dialog dan pembicaraan dengan beberapa negara kunci yang memiliki pengaruh di kawasan tersebut. Negara-negara yang terlibat dalam komunikasi penting ini mencakup Oman, Amerika Serikat (AS), dan Republik Islam Iran.
Tujuan dari negosiasi ini adalah memastikan terciptanya koridor aman bagi ratusan kapal dan ribuan pelaut yang masih berada dalam posisi terdampar atau tertahan di Selat Hormuz. Keselamatan personel maritim menjadi prioritas utama dalam upaya ini.
Arsenio Dominguez menyampaikan kesiapan penuh dari timnya untuk melanjutkan proses penarikan kapal segera setelah semua elemen keamanan telah terjamin. Ia menegaskan bahwa mereka tidak akan menunda lebih lama dari yang diperlukan untuk memulai kembali misi tersebut.
"Begitu saya mendapatkan konfirmasi lebih lanjut mengenai hal itu, kami siap untuk memulai kembali proses evakuasi," kata Arsenio Dominguez dalam sebuah konferensi pers virtual yang diadakan baru-baru ini. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen IMO untuk mengatasi kebuntuan logistik dan kemanusiaan ini.
Informasi mengenai kesiapan melanjutkan operasi evakuasi ini disampaikan oleh Dominguez dalam konferensi pers virtual tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters pada hari Sabtu, 27 Juni 2026. Situasi di Selat Hormuz terus menjadi sorotan global mengingat pentingnya selat tersebut bagi rantai pasok energi dunia.
Dilansir dari Reuters, upaya diplomatik ini diharapkan segera membuahkan hasil positif sehingga lalu lintas laut di jalur pelayaran internasional tersebut dapat kembali normal tanpa ancaman keamanan yang berarti bagi para pelaut.