BISNIS.HOTNEWS.ID - Wacana mengenai lokasi optimal bagi Lembaga Pengelola Pusat Finansial Internasional Indonesia (LP PFII) kembali mengemuka, dengan beberapa ekonom menyuarakan pandangan bahwa Jakarta lebih ideal dibandingkan Bali yang sempat diunggulkan pemerintah.

Perdebatan ini muncul seiring perlunya penetapan lokasi sentral guna mendorong pertumbuhan sektor jasa keuangan di Indonesia pada skala internasional. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing finansial nasional.

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Telisa Aulia Falianty, menyoroti bahwa Jakarta telah memiliki fondasi ekosistem yang kokoh untuk menampung fungsi utama pusat keuangan. Ekosistem ini mencakup ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang memadai, industri keuangan yang mapan, serta kedekatan dengan institusi pendidikan tinggi.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Telisa menekankan bahwa pusat keuangan internasional memerlukan kawasan yang mendukung efisiensi operasional dan aglomerasi aktivitas ekonomi yang tinggi. Fleksibilitas dalam pengembangan infrastruktur juga menjadi prasyarat penting untuk keberhasilan pusat finansial tersebut.

"Intinya perlu kajian lebih lanjut jadi jangan langsung ditetapkan, karena Bali tuh kan belum siap dari sisi SDM digitalnya karena biasanya linkage [keterkaitan] sama universitas biasanya mereka linkage industri universitas," kata Telisa Aulia Falianty saat ditemui usai menghadiri rapat bersama Komisi XI DPR pada Senin, 6 Juli 2026.

Lebih lanjut, Telisa menyarankan agar penetapan lokasi PFII tidak hanya terpusat pada satu wilayah saja, mengingat kebutuhan spesifik dari masing-masing daerah. Penetapan tunggal dinilai kurang ideal untuk mendukung fungsi multifaset dari pusat keuangan.

Ia mengemukakan bahwa Bali dan Batam juga dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pendukung bagi PFII, masing-masing dengan karakteristik wilayah yang unik dan spesifik. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan zonasi dalam pengembangan pusat keuangan.

Menurut pandangan Telisa, Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan sejalan dengan tema pariwisata, sementara Batam lebih cocok jika dikaitkan dengan konsep pengembangan teknologi. Dengan demikian, fungsi utama dapat berada di Jakarta, didukung oleh spesialisasi di wilayah lain.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.