BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada hari Senin, 7 Juni 2026, ditutup dengan catatan positif tipis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengukir kenaikan sebesar 0,69%, mengakhiri hari di level penutupan 5.916 poin.
Pergerakan pasar yang terjadi pada hari tersebut menunjukkan volume transaksi yang relatif moderat. Total nilai transaksi yang tercatat hanya mencapai sekitar Rp9,5 triliun, melibatkan pertukaran sebanyak 19,83 miliar lembar saham.
Sektor-sektor yang menunjukkan performa paling prima pada penutupan hari itu adalah saham-saham yang tergolong konsumen non-primer. Sektor ini mencatatkan kenaikan impresif hingga mencapai 1,26% dari penutupan sebelumnya.
Selain itu, sektor teknologi dan energi juga turut memberikan kontribusi positif terhadap penguatan IHSG. Saham teknologi menguat sebesar 0,91%, sementara saham energi membukukan kenaikan sebesar 0,9% pada hari yang sama.
Meskipun terjadi penguatan, sentimen pasar masih diwarnai kewaspadaan akibat aksi jual yang konsisten dilakukan oleh investor asing. Aktivitas penjualan oleh investor asing ini telah berlangsung sejak awal tahun dan dianggap sebagai faktor penghambat utama apresiasi IHSG.
Beberapa analis pasar memberikan pandangan bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan, meskipun ruang penguatan tersebut diprediksi terbatas. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memproyeksikan pergerakan harga saham di hari berikutnya.
"IHSG cenderung berhasil rebound secara teknikal," ujar Nafan Aji Gusta, mengenai kondisi teknikal pasar saat itu.
Namun, Nafan Aji Gusta juga menambahkan adanya indikator yang perlu diwaspadai dalam analisis teknikal lebih lanjut. "Kendati demikian, relative strength index (RSI) masih memperlihatkan sinyal negatif," kata Nafan Aji Gusta.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, dinamika pasar ini menunjukkan adanya pertarungan antara momentum rebound teknikal melawan tekanan jual struktural dari investor internasional. Kondisi ini menciptakan volatilitas yang harus dicermati oleh para pelaku pasar di Jakarta.