BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Jakamitra Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari Japfa, secara resmi memperkenalkan fasilitas terbarunya yang bernama i-Sentra @Lamongan. Peluncuran ini menandai langkah strategis dalam pengembangan kawasan industri di Jawa Timur.
Kawasan industri yang baru diresmikan ini dirancang untuk menjadi Smart-Eco Industrial Park generasi berikutnya di wilayah Lamongan, Jawa Timur. Inisiatif ini diharapkan membawa paradigma baru dalam pengelolaan kawasan industri modern.
Kehadiran i-Sentra @Lamongan diproyeksikan sebagai katalisator utama untuk mempercepat laju investasi, baik dari dalam negeri maupun melalui Foreign Direct Investment (FDI). Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional.
Implementasi Harga Gas Industri Belum Maksimal, Kemenperin Soroti Hambatan Regulasi Alokasi
Target pertumbuhan ekonomi nasional yang dimaksud adalah mencapai Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8 persen, di mana investasi memegang peranan krusial dalam pencapaian target ambisius tersebut.
Kawasan industri ini dibangun secara spesifik untuk mengatasi tantangan birokrasi yang seringkali menjadi penghambat utama dalam proses realisasi investasi selama ini. Fokus utamanya adalah efisiensi waktu dan prosedur.
Salah satu terobosan utama yang ditawarkan adalah integrasi layanan Perizinan Terpadu atau yang dikenal sebagai One-Stop Licensing. Kemudahan ini memangkas tahapan yang berbelit dalam pengurusan izin usaha.
Lebih lanjut, penerapan kebijakan KLIK, yakni Kemudahan Layanan Investasi Langsung Konstruksi, memberikan kepastian bagi para pelaku industri. Mereka kini dapat langsung memulai pembangunan fisik setelah berhasil mengantongi izin prinsip yang telah dikeluarkan.
"Kawasan ini bakal dijadikan sebagai Smart-Eco Industrial Park generasi berikutnya di Lamongan, Jawa Timur," menurut informasi yang disampaikan mengenai visi pengembangan i-Sentra @Lamongan.
"Kehadiran i-Sentra @Lamongan diharapkan dapat menjadi katalis percepatan investasi domestik maupun asing (Foreign Direct Investment/FDI), sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional menuju Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8%," demikian ditegaskan mengenai dampak ekonomi yang diharapkan dari inisiatif ini.