BISNIS.HOTNEWS.ID - Pasar keuangan Indonesia menunjukkan tren pelemahan yang signifikan pada perdagangan hari Kamis, 09 Juli 2026, menjelang tengah hari waktu Indonesia Barat.

Situasi ini mulai terasa dampaknya sekitar pukul 10:05 WIB, ketika para pelaku pasar mulai bereaksi terhadap perkembangan isu internasional yang memanas.

Kondisi pasar yang lesu tersebut berujung pada koreksi tajam yang dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang sesi perdagangan pagi itu.

Selain pelemahan indeks saham, sentimen negatif ini juga menekan nilai tukar mata uang domestik terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Pemicu utama dari gejolak pasar di dalam negeri ini adalah eskalasi ketegangan geopolitik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Perkembangan ketegangan global tersebut menjadi faktor eksternal utama yang mendorong investor untuk mengambil posisi yang lebih defensif di pasar modal Indonesia.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, kondisi ini menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan, sementara nilai tukar Rupiah juga menunjukkan tekanan terhadap Dolar Amerika Serikat.

Hal ini menegaskan bagaimana isu-isu politik internasional dapat secara langsung memengaruhi stabilitas pasar keuangan di tingkat domestik, termasuk pergerakan harga komoditas global.

Koreksi IHSG dan tekanan pada Rupiah merupakan respons langsung investor terhadap meningkatnya ketidakpastian di kancah global akibat dinamika hubungan AS-Iran.