BISNIS.HOTNEWS.ID - Perusahaan penyulingan minyak milik negara di India kini tengah aktif menjalin komunikasi dengan para pedagang yang bertanggung jawab atas pemasaran minyak mentah dari Iran. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan kebijakan Amerika Serikat.
Situasi ini akan menjadi sangat relevan jika Amerika Serikat memutuskan untuk memperpanjang periode relaksasi sanksi yang saat ini berlaku, atau bahkan melonggarkan pembatasan yang telah ditetapkan sebelumnya. Informasi ini didapatkan dari sumber anonim yang memiliki pemahaman langsung mengenai perkembangan negosiasi tersebut.
Namun demikian, perusahaan-perusahaan pengolah minyak India menghadapi kendala signifikan dalam melakukan pembelian langsung minyak Iran dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa seluruh kontrak pengiriman mereka telah terisi penuh hingga bulan Agustus mendatang.
Keterbatasan kontrak ini timbul karena perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah berupaya mengamankan pasokan energi secara lebih awal. Upaya pengamanan pasokan ini dilakukan sebagai respons terhadap ketegangan dan volatilitas yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Perusahaan-perusahaan tersebut memiliki ruang gerak terbatas untuk membeli minyak Iran secara langsung, karena telah sepenuhnya mengontrak pengiriman yang dibutuhkan hingga Agustus, setelah mereka berupaya mengamankan pasokan terlebih dahulu selama perang di Timur Tengah," ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sifat pembicaraan yang sensitif.
Meskipun terdapat keterbatasan kontrak jangka pendek, ada potensi bahwa kilang minyak India akan tetap melakukan pembelian beberapa kargo minyak Iran. Keputusan ini sangat bergantung pada faktor harga dan potensi diskon yang ditawarkan oleh pihak Iran.
"Meski demikian, kilang minyak tersebut mungkin akan membeli beberapa kargo Iran jika diskonnya signifikan," tambah sumber tersebut, menggarisbawahi insentif finansial sebagai pendorong utama dalam pengambilan keputusan impor.
Secara strategis, pembicaraan intensif yang sedang berlangsung ini memiliki tujuan utama yaitu mengamankan akses yang stabil ke minyak Iran. Akses ini menjadi krusial jika Washington memutuskan untuk memperpanjang masa pengecualian sanksi melewati batas waktu yang ditetapkan saat ini.
Batas waktu relaksasi sanksi yang menjadi sorotan utama dalam negosiasi ini adalah tanggal 21 Agustus mendatang. Keputusan AS terkait perpanjangan periode pengecualian ini akan menentukan langkah konkret selanjutnya bagi para importir minyak India.