BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan bursa saham Korea Selatan mengalami koreksi tajam pada hari Senin, 23 Juni 2026. Penurunan signifikan ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar di kawasan Asia Timur.

Indeks KOSPI tercatat jatuh di bawah level psikologis penting, yaitu 9.000 poin. Kejadian ini menandai hari yang berat bagi investor yang memegang saham-saham unggulan di Seoul.

Koreksi drastis ini terjadi karena adanya kekhawatiran yang meluas di pasar global. Kekhawatiran tersebut berpusat pada kemampuan perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat untuk segera memonetisasi investasi besar mereka di bidang kecerdasan buatan (AI).

Data dari Korea Exchange (KRX) menunjukkan bahwa indeks KOSPI memulai sesi perdagangan dengan pelemahan tipis. Indeks dibuka pada level 9.083,54, menunjukkan penurunan 0,34% dari penutupan hari sebelumnya di 9.114,55.

Namun, situasi segera berubah menjadi tekanan jual yang masif sejak awal sesi perdagangan. Tekanan jual yang intens ini menyebabkan indeks KOSPI mengalami penurunan yang sangat curam sepanjang hari Senin tersebut.

Indeks sempat menyentuh level terendah di angka 8.203, yang merepresentasikan pelemahan substansial sekitar 10% dari harga penutupan sebelumnya. Penurunan sebesar ini menunjukkan adanya aksi jual besar-besaran.

Aksi jual ini terutama didorong oleh investor asing yang memutuskan untuk menarik sebagian besar dana mereka dari pasar saham Korea Selatan. Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap sentimen pasar global yang sedang negatif mengenai prospek AI.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, penurunan ini menjadi cerminan ketidakpastian investor terhadap valuasi perusahaan teknologi di tengah isu monetisasi AI yang belum terbukti solid. Investor mencari aset yang lebih aman di tengah isu makro ekonomi global.

"Penurunan drastis ini dipicu oleh kekhawatiran pasar global mengenai kemampuan perusahaan teknologi besar Amerika Serikat dalam memonetisasi investasi kecerdasan buatan (AI)," demikian disimpulkan awal dari analisis pasar mengenai pergerakan KOSPI pada hari itu.