BISNIS.HOTNEWS.ID - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) angkat bicara mengenai isu perpindahan dua fasilitas manufaktur komponen otomotif dari Indonesia menuju Vietnam. Kedua pabrik yang dimaksud diketahui merupakan perusahaan berskala besar yang beroperasi di wilayah Jawa Timur.

Menanggapi kabar ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan menyeluruh terhadap perkembangan situasi tersebut. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menaker di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, pada hari Senin, 22 Juni 2026.

Isu relokasi ini sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor manufaktur dalam negeri. Kekhawatiran ini sempat disuarakan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal.

"Kita monitor semua nanti," ujar Yassierli, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengawasi setiap tahapan yang terjadi terkait rencana relokasi ini.

Kemnaker saat ini tengah memfokuskan perhatian pada pencegahan isu PHK yang mungkin timbul akibat dinamika industri tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah mendorong penyelesaian masalah melalui jalur bipartit antara pihak pekerja dan manajemen perusahaan.

"Ya kita terus monitor. Jadi, setiap ada, artinya kan prosesnya itu mulai dari internal perusahaan, kemudian sampai ke kita, kemudian nanti ada yang kita dorong selesaikan secara bipartit, ada yang kemudian nanti mediator kita turun," jelas Yassierli mengenai prosedur penanganan sengketa ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, Menaker yang juga merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengungkapkan bahwa Kemnaker telah menerjunkan tim mediator untuk menangani sejumlah kasus PHK yang sedang bergulir di lapangan. Meskipun demikian, ia tidak memberikan rincian spesifik mengenai kasus mana yang dimaksud.

"Dan semua Alhamdulillah, sekarang itu ada beberapa yang memang terus dalam, apa ya, ada yang kita, mediator kita sudah turun, dan ada yang kemudian kita masih nunggu hasil dari bipartit mereka," tuturnya, memberikan gambaran mengenai progres penanganan kasus yang ada.

Sebelumnya, Said Iqbal telah memberikan petunjuk awal mengenai identitas perusahaan yang dikabarkan akan hengkang tersebut. Ia menyebutkan inisial nama perusahaan yang berencana melakukan relokasi pabriknya ke Vietnam.