BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, siang ini menggelar pertemuan penting dengan Presiden Belarusia, Aleksandr Lukashenko, di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat. Pertemuan tingkat tinggi ini bertujuan untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara melalui kesepakatan strategis yang baru.

Dalam agenda utama pertemuan tersebut, kedua kepala negara diagendakan untuk secara resmi meluncurkan sebuah peta jalan baru mengenai kerja sama bilateral antara Indonesia dan Belarusia. Langkah ini menandai komitmen bersama untuk meningkatkan hubungan di berbagai sektor prioritas.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, mengungkapkan bahwa fokus utama pemerintah Indonesia dalam dialog ini adalah mengundang Belarusia untuk berkolaborasi lebih intensif di sektor energi dan pertanian. Sektor-sektor ini dianggap krusial bagi pembangunan nasional Indonesia ke depan.

Salah satu area spesifik yang menjadi sorotan adalah kerja sama dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk produksi pupuk di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan input pertanian yang vital.

Mengenai fokus kerja sama tersebut, Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan keterangan sebelum pertemuan bilateral dilaksanakan. Ia menekankan pentingnya sektor energi dan pangan dalam agenda Presiden Prabowo.

"Kepentingan kita yang utama, karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan," ujar Sugiono.

Lebih lanjut, perwakilan pemerintah tersebut merinci komitmen yang akan segera dijalin antara kedua negara. Ia menyebutkan bahwa produk-produk pertanian serta bahan baku pupuk akan menjadi subjek utama dalam kesepakatan baru ini.

"Beberapa produk pertanian dan khususnya bahan baku pupuk juga akan dikerjasamakan antara Belarus dan Indonesia," tambah Sugiono sebelum pertemuan berlangsung.

Pertemuan bersejarah antara Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko ini dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Juli 2026, di jantung ibu kota negara, Istana Kepresidenan Jakarta Pusat. Momen ini diharapkan membuka era baru kolaborasi ekonomi kedua negara.