BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan sektor industri di Indonesia menunjukkan tren positif yang signifikan, terutama terlihat dari bertambahnya jumlah kawasan industri (KI) yang kini telah mencapai angka 179 unit. Angka ini merefleksikan upaya pemerintah dalam mendorong pemerataan dan peningkatan kapasitas infrastruktur industri di seluruh nusantara.
Pertumbuhan ini bukan angka kecil; terjadi peningkatan sebesar 51,69% dibandingkan dengan data yang tercatat pada tahun 2020 lalu. Kenaikan ini setara dengan penambahan sebanyak 61 kawasan industri baru dalam periode tersebut.
Penyebaran geografis kawasan industri ini masih menunjukkan dominasi kuat di Pulau Jawa, yang menjadi pusat kegiatan ekonomi utama negara. Secara rinci, Pulau Jawa menampung 106 kawasan industri, menguasai porsi mayoritas.
Sementara itu, sisa dari total kawasan industri tersebar di wilayah luar Pulau Jawa, yaitu sebanyak 73 lokasi. Hal ini mengindikasikan upaya berkelanjutan untuk mendistribusikan sentra produksi ke berbagai daerah di Indonesia.
Pertumbuhan infrastruktur industri ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja nasional. Sektor ini menjadi penyumbang lapangan kerja yang semakin vital bagi masyarakat Indonesia saat ini.
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, menyampaikan perkembangan ini dalam sebuah forum resmi. Ia memaparkan data terbaru mengenai capaian pembangunan industri.
"Berkait dengan jumlah tenaga kerja, dapat disampaikan ada peningkatan 15% dengan total jumlah tenaga kerja di kawasan industri sebanyak 2,35 juta tenaga kerja," kata Tri Supondy saat memberikan keterangan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (29/6/2026).
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa penambahan kawasan industri telah berhasil menciptakan lapangan kerja baru yang substansial bagi perekonomian nasional. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pembangunan kawasan industri terintegrasi.
Dilansir dari sumber yang memberitakan perkembangan tersebut, data ini menjadi landasan penting dalam evaluasi kebijakan industri ke depan. Peningkatan investasi dan jumlah fasilitas menunjukkan optimisme terhadap masa depan manufaktur Indonesia.