BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan pencapaian signifikan dalam upaya penguatan ketahanan pangan nasional Indonesia. Beliau menyatakan bahwa saat ini terdapat delapan komoditas pangan utama yang telah berhasil mencapai status swasembada di dalam negeri.

Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden dalam sebuah taklimat penting pada Sidang Kabinet Paripurna yang diselenggarakan di Istana Kepresidenan, Jakarta. Acara tersebut berlangsung pada hari Senin, 20 Juli 2026, dan dihadiri oleh jajaran menteri serta pejabat tinggi negara.

"Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai Tukar Petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," kata Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini dikutip pada Kamis, 23 Juli 2026, menunjukkan optimisme terhadap capaian sektor pertanian.

Pertanyaan mengenai komoditas pangan apa saja yang dimaksud oleh Presiden pun muncul. Untuk menjawab hal tersebut, perlu merujuk pada data yang sebelumnya telah dipaparkan. Informasi ini berasal dari kalangan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, bersama dengan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah memaparkan data terkait hal ini. Pemaparan tersebut dilakukan pada pekan lalu, memberikan gambaran terkini mengenai kondisi pangan nasional.

Berdasarkan kalkulasi neraca logistik pangan tahun 2026, sejumlah komoditas pangan utama diklaim telah mencapai swasembada. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan telah mencatatkan surplus produksi yang signifikan.

"Kita sudah swasembada delapan komoditas pangan," ujar Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini menekankan keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan oleh pemerintah.

"Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI," tambah Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketersediaan stok beras nasional.

"Nilai Tukar Petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," tegas Presiden Prabowo Subianto. Capaian ini mengindikasikan peningkatan kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia.