BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Republik Indonesia telah menggelar pertemuan penting dengan para pimpinan Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada Kamis, 18 Juni 2026, di Istana Negara, Jakarta. Agenda utama pertemuan tersebut adalah penekanan mengenai pentingnya keseimbangan antara mendukung program pemerintah dan menjaga prinsip kehati-hatian dalam operasional perbankan.
Dalam audiensi tersebut, selain jajaran direksi dan komisaris bank BUMN, turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto. Kehadiran Menko Perekonomian mengindikasikan bahwa pertemuan ini memiliki dimensi kebijakan ekonomi makro yang signifikan bagi arah pembangunan nasional.
Turut hadir pula dalam pertemuan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, yang juga memberikan pandangan terkait isu strategis yang dibahas pada hari itu. Rosan Roeslani menjadi salah satu narasumber utama yang memberikan keterangan pers usai pertemuan berlangsung.
Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pemanggilan tersebut mencakup seluruh jajaran pimpinan dari lima bank BUMN utama. Kelima bank tersebut meliputi Bank Mandiri, Bank BNI, BRI, BSI, dan Bank Tabungan Negara (BTN), menunjukkan cakupan arahan yang sangat luas.
"Tadi juga digambarkan berapa besar peran dari bank pemerintah ini dalam ikut mensukseskan program-program pemerintah tetapi juga dengan tetap menjalankan asas kehati-hatian," kata Rosan Roeslani kepada awak media pada hari Kamis, 19 Juni 2026.
Menurut Rosan, penekanan utama dari arahan Presiden adalah bahwa asas kehati-hatian tersebut harus diimplementasikan secara profesional oleh seluruh jajaran bank Himbara. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah upaya akselerasi program kerja.
Lebih lanjut, Rosan menyampaikan pesan yang menyangkut aspek pelayanan publik dan pemerataan. Ia menekankan bahwa kehadiran bank-bank milik negara harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat secara adil.
"Sementara, itu ia berpesan supaya kehadiran Himbara benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat dengan diberikan kesempatan yang sama," ujar Rosan Roeslani.
Rosan Roeslani juga menyoroti posisi krusial sektor perbankan BUMN dalam peta perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Bank Himbara dinilai memiliki otoritas lebih dibandingkan entitas bisnis murni.