BISNIS.HOTNEWS.ID - Pekan perdagangan dibuka dengan kabar baik bagi mata uang Garuda, seiring dengan tren penguatan tipis yang berhasil diraih Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini menandai berakhirnya sesi perdagangan di zona hijau bagi mata uang domestik.
Pergerakan positif ini terjadi sejalan dengan adanya koreksi signifikan yang sedang dialami oleh indeks dolar AS di pasar valuta asing global. Koreksi pada indeks dolar tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menopang apresiasi Rupiah.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Refinitiv, tercatat bahwa pada penutupan perdagangan hari Senin, tanggal 29 Juni 2026, Rupiah berhasil membukukan kenaikan. Penguatan tersebut terukur sebesar 0,39% dari posisi penutupan sebelumnya.
Level penutupan akhir sesi perdagangan menunjukkan bahwa mata uang Garuda berhasil bertengger di posisi Rp17.835 untuk setiap dolar AS yang beredar. Angka ini mengonfirmasi sentimen positif yang menyelimuti pergerakan Rupiah di awal pekan.
"Rupiah menunjukkan performa positif di awal perdagangan pekan ini dengan berhasil mengakhiri sesi di zona hijau saat berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (AS)," demikian disebutkan dalam analisis awal pergerakan pasar.
Lebih lanjut, penguatan yang dicapai oleh mata uang Rupiah ini dipastikan seiring dengan adanya koreksi yang sedang terjadi pada pergerakan indeks dolar AS di pasar global. Hal ini memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk menguat.
Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, penguatan Rupiah ini menjadi indikasi bahwa sentimen pasar global mulai bergeser, setidaknya untuk sementara waktu. Pergerakan ini perlu dipantau lebih lanjut pada hari-hari berikutnya.
Data spesifik dari Refinitiv menegaskan bahwa apresiasi tercatat sebesar 0,39% pada penutupan hari Senin, 29 Juni 2026. Hal ini menegaskan konsistensi pergerakan Rupiah di level Rp17.835 per dolar AS.
Pergerakan Rupiah yang berada di zona hijau ini menunjukkan bahwa investor global mulai merespons positif terhadap kondisi domestik maupun sentimen eksternal yang menguntungkan mata uang Garuda.