BISNIS.HOTNEWS.ID - Pada perdagangan Rabu (17/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren penguatan yang cukup solid di bursa saham Indonesia. Indeks komposit berhasil menembus level 6.290 pada waktu perdagangan pukul 10.26 WIB.
Meskipun secara umum indeks menguat sebesar 0,51%, saham emiten farmasi besar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), justru mengalami pelemahan signifikan. Kinerja saham KLBF ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju penguatan IHSG pada sesi pagi.
Saham KLBF tercatat mengalami penurunan sebesar 1,35%, sehingga harganya terperosok ke level Rp730 per lembar saham. Penurunan ini memberikan beban yang cukup berarti terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.
Menurut analisis pergerakan pasar, saham KLBF berperan sebagai pemberat utama atau laggards pada perdagangan sesi pagi hari tersebut. Hal ini menekan pergerakan indeks komposit hingga mencapai 0,074 poin.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Jakarta, saham KLBF memberikan kontribusi negatif yang signifikan terhadap performa IHSG di tengah optimisme pasar yang lebih luas. Kontribusi negatif ini terjadi meskipun indeks secara keseluruhan menunjukkan tren positif.
Selain KLBF, terdapat emiten lain yang juga turut menekan laju IHSG, yaitu saham dari sektor pertambangan batu bara. Emiten tersebut adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang juga terpantau mengalami koreksi harga.
Saham ITMG tercatat mengalami minus sebesar 0,43%, yang berkontribusi menekan pergerakan IHSG sekitar 0,17%. Saat itu, saham ITMG diperdagangkan pada harga Rp22.750 per saham.
Data historis menunjukkan bahwa saham ITMG juga menunjukkan tren penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Saham ITMG dilaporkan telah merosot 3,6% dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Mengutip terminal Bloomberg, "Saham KLBF menjadi pemberat utama atau laggards pada perdagangan pagi ini," menggarisbawahi peran negatif saham farmasi tersebut dalam dinamika indeks hari itu.