BISNIS.HOTNEWS.ID - Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis, 18 Juni 2026, ditutup dalam zona negatif setelah mengalami tekanan jual yang cukup kuat sepanjang hari. Penurunan ini menunjukkan adanya sentimen negatif yang mempengaruhi kinerja pasar saham domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara resmi mengakhiri sesi perdagangan dengan tergerus sebesar 48,4 poin atau setara dengan 0,78 persen. Penutupan ini menempatkan IHSG pada posisi akhir di level 6.172,34.
Koreksi tajam ini merupakan dampak lanjutan dari aksi jual masif yang sempat terjadi, terutama pada sesi pembukaan perdagangan. Bahkan, sempat terjadi penurunan signifikan yang membuat indeks sempat tertekan cukup dalam.
Pada sesi pagi, tekanan jual terlihat sangat dominan, mendorong IHSG anjlok melampaui ambang batas 2 persen. Titik terendah harian yang sempat dicatatkan indeks berada pada level 6.073,72 sebelum adanya upaya pemulihan tipis.
Pelemahan IHSG hari itu terjadi di tengah penantian pasar terhadap sebuah keputusan krusial yang akan datang dari lembaga pemeringkat indeks global, yakni MSCI. Keputusan ini kerap menjadi penentu arah pergerakan dana investor asing.
Meskipun pada sesi kedua perdagangan sempat terjadi sedikit pemulihan signifikan dari titik terendah, upaya tersebut gagal menahan laju koreksi yang telah terbentuk sejak awal hari. Sentimen negatif masih mendominasi pergerakan harga saham.
Faktor utama yang mendorong aksi jual ini adalah adanya kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang diumumkan sebelumnya. Kenaikan suku bunga seringkali membuat instrumen investasi berbasis pendapatan tetap menjadi lebih menarik bagi sebagian investor.
Dilansir dari Tren Bisnis Market, penurunan ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi negatif terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Investor cenderung mengambil langkah hati-hati sambil mencermati implikasi kebijakan tersebut terhadap valuasi perusahaan.
Salah satu poin penting yang memengaruhi suasana pasar adalah antisipasi terhadap pembaruan klasifikasi indeks oleh MSCI. "Pelemahan ini merupakan hasil dari aksi jual yang sempat mendorong indeks anjlok melebihi 2% dan menyentuh level terendah harian di 6.073,72 pada sesi pagi," demikian disimpulkan dari analisis pergerakan pasar hari itu.