BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah insiden tragis mengguncang proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Teesta-VI di negara bagian Sikkim, India, pada Senin lalu. Terowongan yang sedang dalam tahap pembangunan ambruk, merenggut nyawa sedikitnya 13 pekerja konstruksi.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar tengah hari ketika ledakan hebat melanda terowongan di distrik Namchi. Ledakan tersebut diduga dipicu oleh keluarnya gas metana dari lapisan bebatuan di area proyek.

Akibat ledakan dan ambruknya terowongan, sebanyak 25 pekerja dan pejabat proyek dilaporkan terjebak di dalam reruntuhan. Upaya penyelamatan intensif segera dilancarkan oleh tim gabungan.

Pengembang proyek, NHPC Ltd, sebuah badan usaha milik negara, mengkonfirmasi jumlah korban tewas dan menyatakan bahwa segala upaya terus dilakukan untuk mengevakuasi personel yang terjebak.

"Segala upaya terus dilakukan untuk mengevakuasi personel yang terjebak," ujar pihak NHPC Ltd, seraya menambahkan bahwa penyelidikan mendalam akan segera digelar untuk mengungkap akar penyebab insiden memilukan ini.

Pemerintah federal India juga telah menyatakan dukungannya penuh terhadap upaya penyelamatan yang telah memasuki hari ketiga. Menteri Tenaga Listrik, Manohar Lal, memantau langsung perkembangan situasi di lokasi kejadian.

"Operasi penyelamatan yang tengah berlangsung di Proyek Hidroelektrik Teesta-VI terus dipantau secara ketat," ujar Menteri Tenaga Listrik Manohar Lal dalam sebuah unggahan di platform X.

Beliau menambahkan, "Seluruh dukungan penuh dikerahkan untuk tim penyelamat yang bekerja tanpa kenal lelah di lokasi. Kami terus berdoa bagi keselamatan mereka yang masih terjebak."

Proyek PLTA Teesta-VI ini dirancang memiliki kapasitas sebesar 500 megawatt, yang diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap pasokan energi di wilayah tersebut.