BISNIS.HOTNEWS.ID - Pemerintah tengah memprioritaskan percepatan penyusunan kerangka hukum yang diperlukan untuk pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau yang dikenal juga sebagai International Financial Center (IFC). Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengintegrasikan pasar keuangan domestik ke dalam arus perputaran modal global.

Tujuan utama dari pembentukan PFII ini adalah untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah keuangan internasional. Dengan adanya pusat keuangan yang terstruktur, diharapkan Indonesia dapat menjadi magnet yang lebih kuat bagi investasi asing.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa konsep lokasi untuk pusat keuangan ini tidak akan lagi terpusat pada satu titik geografis saja. Pemerintah sedang menjajaki opsi yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan pasar.

Ia mengindikasikan bahwa PFII berpotensi untuk dibangun di dua hingga tiga lokasi berbeda yang tersebar di beberapa wilayah strategis di Indonesia. Salah satu lokasi alternatif yang mulai mengemuka dalam pembahasan adalah Pulau Dewata, Bali.

Saat ini, pihak pemerintah masih intensif membahas dan memfinalisasi lokasi pasti untuk pembangunan PFII tersebut. Selain Bali, berbagai opsi lokasi alternatif lainnya juga masih terus dipertimbangkan secara mendalam oleh para pemangku kepentingan.

Menurut Purbaya, penentuan lokasi harus mempertimbangkan faktor kenyamanan dan kemudahan akses bagi para pelaku pasar modal internasional. Hal ini merupakan kunci utama untuk memastikan keberhasilan fungsi pusat keuangan tersebut.

"Yang terpenting lokasi pusat keuangan itu nanti bisa jadi 'titik kumpul' paling nyaman bagi investor asing," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya juga secara tegas menyampaikan bahwa penetapan lokasi utama pusat keuangan tersebut dipastikan tidak akan berada di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia berpendapat bahwa IKN saat ini dinilai masih terlalu sepi untuk menunjang aktivitas finansial skala internasional.

Dilansir dari sumber berita terkait, fokus pemerintah saat ini adalah memastikan lokasi yang dipilih mampu memberikan ekosistem yang matang dan mendukung operasional keuangan kelas dunia.