BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah operasional yang lebih konservatif sepanjang tahun berjalan. Keputusan ini diambil sebagai respons langsung terhadap berbagai dinamika ekonomi yang sedang terjadi di tingkat global maupun domestik.

Langkah konservatif ini merupakan strategi mitigasi risiko yang diterapkan perusahaan untuk menghadapi ketidakpastian yang masih membayangi sektor properti. Perusahaan dilaporkan akan menyesuaikan laju gerak bisnisnya agar tetap berada dalam jalur yang aman.

Kendati demikian, perlu dicatat bahwa target ambisius perusahaan untuk pencapaian marketing sales hingga akhir tahun 2026 tidak mengalami perubahan signifikan. Target penjualan tersebut ditetapkan pada angka yang telah direncanakan sebelumnya, yaitu sebesar Rp563 miliar.

Faktor yang mendorong CBDK untuk bersikap lebih hati-hati mencakup spektrum yang luas, mulai dari kondisi makroekonomi terkini, stabilitas geopolitik yang rentan berubah, hingga fluktuasi nilai tukar Rupiah dan kenaikan suku bunga acuan.

Yohanes Edmond Budiman, selaku Direktur CBDK, menegaskan bahwa penetapan target penjualan ini menunjukkan upaya perusahaan untuk menjaga stabilitas meskipun lingkungan eksternal sedang bergejolak. Target tersebut dinilai relatif stabil jika dibandingkan dengan proyeksi tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut, perseroan mengambil pendekatan yang konservatif dengan menetapkan target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp563 miliar yang relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya," kata Yohanes dalam sesi paparan publik yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (11/6/2026).

Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan bahwa pendekatan kehati-hatian ini sangat relevan mengingat adanya perubahan arah dalam kebijakan moneter yang saat ini menjadi fokus utama perhatian bagi para pelaku di industri properti Indonesia.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, keputusan ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas strategis bagi perusahaan properti dalam merespons kebijakan bank sentral dan sentimen pasar yang terus berkembang.

CBDK berupaya memastikan bahwa strategi konservatif yang diambil tidak berdampak negatif pada pencapaian tujuan jangka panjang yang telah ditetapkan, yaitu mencapai target penjualan Rp563 miliar pada tahun 2026.