BISNIS.HOTNEWS.ID - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) baru-baru ini mengumumkan dilakukannya transaksi penyeimbangan kepemilikan saham atau shareholding rebalancing yang melibatkan salah satu pemegang saham jangka panjangnya, yaitu SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC).
Transaksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal yang dilakukan oleh SCGC. Tujuan utamanya adalah untuk penguatan struktur permodalan perusahaan serta realokasi dana guna mendukung pengembangan bisnis inti dan inisiatif pertumbuhan strategis yang sedang direncanakan.
Perubahan signifikan terjadi pada struktur kepemilikan SCGC di TPIA. Sebelum transaksi ini, SCGC tercatat menguasai sebanyak 29,38% dari keseluruhan saham beredar TPIA, setara dengan 25,41 miliar lembar saham.
Setelah proses rebalancing selesai dilaksanakan, persentase kepemilikan SCGC di TPIA telah berkurang dan kini berada di kisaran 15,71%. Meskipun terjadi penurunan, SCGC ditegaskan tetap memegang posisi sebagai salah satu investor strategis jangka panjang perusahaan.
Dampak langsung dari penyesuaian kepemilikan oleh investor strategis ini adalah peningkatan signifikan pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik. Porsi saham publik atau free float TPIA dilaporkan meningkat hingga mencapai sekitar 25,7%.
Perkembangan ini dikonfirmasi oleh manajemen TPIA melalui keterbukaan informasi resmi yang disampaikan kepada publik. Transaksi ini menunjukkan adanya dinamika dalam struktur pemegang saham utama perusahaan petrokimia tersebut.
Presiden Direktur & CEO TPIA, Erwin Ciputra, memberikan pandangan mengenai peran penting mitra strategis mereka dalam perjalanan perusahaan. "SCGC merupakan pemegang saham jangka panjang dan mitra strategis yang telah memberikan kontribusi penting bagi perjalanan pertumbuhan Chandra Asri," kata Presiden Direktur & CEO TPIA Erwin Ciputra lewat keterbukaan informasi, Senin (8/6/2026).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, transaksi ini merupakan langkah terstruktur yang diambil oleh SCGC sejalan dengan kebutuhan pembaruan alokasi modal mereka di berbagai lini investasi. Hal ini menandakan adanya penataan ulang portofolio investasi strategis oleh SCGC.
Perubahan persentase free float menjadi 25,7% ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap likuiditas saham TPIA di pasar modal Indonesia. Peningkatan ketersediaan saham publik seringkali menjadi perhatian utama bagi investor institusional dan ritel.