BISNIS.HOTNEWS.ID - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia telah menerima dan memproses seluruh laporan keuangan Tahun Buku 2025 dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem mereka. Proses penyelesaian ini menandai berakhirnya satu siklus pelaporan keuangan tahunan di bawah payung BPI tersebut.
Kinerja yang dicatatkan oleh sejumlah BUMN menunjukkan tren positif yang signifikan, bahkan beberapa entitas berhasil melakukan pembalikan arah finansial secara dramatis. Pembalikan kinerja dari posisi merugi menjadi mencetak keuntungan menjadi sorotan utama dalam evaluasi tahun ini.
Salah satu contoh paling menonjol adalah PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, yang berhasil membalikkan kerugian besar menjadi laba positif. Sebelumnya mencatatkan defisit hingga Rp 981 miliar, kini Krakatau Steel membukukan laba bersih sebesar Rp 635 miliar.
Perusahaan farmasi negara, PT Kimia Farma Tbk, juga menunjukkan perbaikan kinerja yang substansial. Kimia Farma yang tahun sebelumnya merugi sebesar Rp 160 miliar, kini mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 108 miliar.
Demikian pula dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang juga berhasil keluar dari zona merah kerugian. Perusahaan semen raksasa tersebut berbalik dari rugi Rp 66 miliar menjadi meraih laba bersih sebesar Rp 106 miliar pada tahun buku 2025.
Rohan, selaku perwakilan dari Danantara Indonesia, menyampaikan bahwa capaian kinerja sepanjang tahun 2025 tersebut merefleksikan ketahanan dan transformasi yang berhasil dilakukan BUMN di sektor-sektor strategis. "Danantara Indonesia turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional," ujar Rohan dalam keterangan tertulis pada Kamis (2/7/2026).
Setelah selesainya penyusunan laporan keuangan individual, tahapan selanjutnya yang akan dihadapi Danantara Indonesia adalah proses konsolidasi laporan keuangan. Proses ini masih harus menunggu penyelesaian tahapan audit yang berlaku.
Rohan menjelaskan lebih lanjut mengenai status laporan konsolidasi tersebut. "Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia masih berada dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit yang berlaku dan akan disampaikan setelah seluruh proses audit selesai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan," ujarnya.
Selain peningkatan kinerja internal, Danantara Indonesia juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui alokasi dana dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025. Sebagian dana tersebut diarahkan untuk proyek-proyek infrastruktur dan strategis nasional.