BISNIS.HOTNEWS.ID - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengumumkan perubahan signifikan dalam struktur transportasi perkeretaapian di wilayah metropolitan Jabodetabek. Perubahan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan strategis yang diberikan oleh Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Fokus utama dari penataan ulang ini adalah membagi peran antara dua stasiun besar, yaitu Stasiun Manggarai dan Stasiun Gambir. Stasiun Manggarai akan ditingkatkan statusnya menjadi stasiun sentral atau hub nasional yang melayani berbagai moda kereta api.

Sementara itu, Stasiun Gambir akan mengalami transformasi fungsi dengan diintegrasikan secara langsung ke dalam jaringan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang sangat padat. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas komuter di ibu kota.

Kepastian mengenai perubahan fungsi ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT KAI saat berada di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Perubahan ini menandai era baru dalam mobilitas perkotaan.

Bobby Rasyidin menyampaikan komitmen Kementerian Perhubungan untuk segera merealisasikan rencana tersebut. "Kami [Kemenhub] akan renovasi, dalam 2 tahun Gambir, nanti kita akan diintegrasikan dengan KRL. Manggarai jadi hub [stasiun sentral] iya," ungkapnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Terkait lini masa pelaksanaan integrasi KRL di Stasiun Gambir, Bobby Rasyidin menegaskan bahwa target penyelesaian akan dikebut. Hal ini dilakukan agar dapat selaras dengan penetapan Manggarai sebagai hub utama nasional.

Selain fokus pada penataan stasiun sentral, Kementerian Perhubungan juga sedang mengintensifkan upaya keselamatan operasional kereta api. Kementerian bergerak cepat untuk mengamankan jalur dari potensi kecelakaan lalu lintas.

Salah satu program prioritas yang sedang berjalan masif di lapangan adalah penutupan perlintasan sebidang (perlintasan kereta api sebidang dengan jalan raya). Upaya ini diharapkan dapat menekan angka insiden fatal di jalur kereta api.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, rencana besar ini menunjukkan adanya komitmen kuat pemerintah untuk memodernisasi dan meningkatkan efisiensi sistem transportasi massal di kawasan Jabodetabek.