BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam konflik geopolitik menunjukkan peningkatan intensitas serangan Ukraina yang kini menyasar jauh ke wilayah Federasi Rusia. Serangan udara ini merupakan bagian dari rangkaian operasi yang terus dilakukan oleh pasukan Kyiv terhadap target-target strategis di dalam wilayah Rusia.

Pihak Ukraina mengonfirmasi serangan tersebut, yang menargetkan dua lokasi vital sekaligus. Sasaran utama meliputi pabrik pupuk dan kimia yang berlokasi di wilayah Tula, serta fasilitas penyimpanan minyak di wilayah Yaroslavl.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy secara langsung memberikan keterangan mengenai serangan yang terjadi pada hari Minggu tersebut. Beliau menyoroti pentingnya target yang dipilih dalam upaya melemahkan kapabilitas logistik dan industri Rusia.

Salah satu target utama adalah Pabrik Azot di Tula, yang diidentifikasi memiliki peran krusial bagi produksi bahan peledak Rusia. Hal ini mengindikasikan fokus serangan pada sektor pertahanan dan militer Rusia.

Mengenai insiden di Tula, Gubernur wilayah Dmitry Milyaev memberikan konfirmasi awal. Beliau menyatakan bahwa puing-puing dari sebuah drone telah jatuh di area kompleks industri di Novomoskovsk.

Saat ini, pihak otoritas setempat masih melakukan penilaian mendalam mengenai tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh jatuhnya puing-puing drone tersebut. Dilansir dari Interfax, sifat pasti dari kerusakan masih dalam proses evaluasi oleh tim teknis.

Secara geografis, Novomoskovsk terletak sekitar 200 kilometer di sebelah selatan Moskow. Lokasi ini juga berada sekitar 660 kilometer dari ibu kota Ukraina, Kyiv, menandai jarak serangan yang signifikan.

Sementara itu, serangan juga terjadi di wilayah Yaroslavl yang terletak di timur laut Moskow, mengenai fasilitas penyimpanan bahan bakar. Gubernur wilayah tersebut, Mikhail Yevrayev, mengonfirmasi bahwa insiden ini mengakibatkan terjadinya kebakaran hebat.

Dikutip dari Interfax, fasilitas penyimpanan minyak yang terbakar tersebut diketahui merupakan aset milik Badan Cadangan Negara Rusia. Kepemilikan fasilitas ini menegaskan bahwa target yang diserang memiliki nilai strategis bagi ketahanan logistik negara Rusia.