BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam konflik antara Ukraina dan Rusia menunjukkan adanya langkah strategis baru dari pihak Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy secara resmi telah memberikan persetujuan untuk melancarkan sebuah operasi khusus yang direncanakan berlangsung selama 40 hari.
Operasi yang disetujui ini memiliki tujuan utama, yakni untuk memberikan tekanan signifikan terhadap Moskow agar segera menghentikan permusuhan yang telah berlangsung lama. Keputusan ini diambil setelah adanya evaluasi mendalam mengenai situasi di garis depan pertempuran.
Keputusan penting ini muncul setelah Presiden Zelenskiy menerima pembaruan informasi langsung dari pucuk pimpinan badan keamanan negara Ukraina. Pembaruan tersebut merinci serangkaian serangan yang telah dilancarkan terhadap beberapa lokasi strategis di wilayah Federasi Rusia.
Meskipun telah menyetujui kerangka waktu operasi tersebut, Zelenskiy memilih untuk tidak memublikasikan detail spesifik mengenai rencana aksi yang akan dilakukan. Informasi ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Kamis malam waktu setempat, tepatnya tanggal 25 Juni.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap kinerja seluruh personel dinas keamanan Ukraina. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan posisi krusial di garis depan sangat terbantu oleh pemanfaatan teknologi pesawat nirawak atau drone secara efektif.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia memberikan keterangan mengenai intensitas serangan udara yang mereka hadapi dalam kurun waktu semalam. Mereka mengklaim bahwa pasukan pertahanan udara Rusia berhasil menetralkan sebanyak 660 unit drone yang diluncurkan dari Ukraina.
Insiden serangan udara tunggal ini diklaim oleh pihak Rusia sebagai serangan paling intensif yang pernah melanda wilayah teritorial mereka selama lebih dari empat tahun sejak konflik berkecamuk. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan eskalasi dalam taktik peperangan kedua negara.
Dilansir dari Bloomberg, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy resmi menyetujui sebuah operasi khusus selama 40 hari yang bertujuan untuk "mempengaruhi" Rusia agar segera mengakhiri perang.
"Keputusan ini diambil Zelenskiy setelah menerima laporan singkat dari kepala badan keamanan Ukraina mengenai rentetan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Rusia," demikian inti dari informasi yang disampaikan sumber berita tersebut.