BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa tanggal 23 Juni 2026, diprediksi oleh sebagian analis akan bergerak dalam rentang yang cukup terbatas. Proyeksi ini didasarkan pada dinamika pasar yang terjadi sehari sebelumnya.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, analisis ini datang dari para pakar pasar modal mengenai arah pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun terbatas, terdapat beberapa level kunci yang perlu diperhatikan oleh para investor hari ini.
Analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan pandangannya mengenai potensi koreksi lanjutan yang mungkin dihadapi oleh IHSG. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa indeks masih rentan untuk menguji zona support yang lebih rendah.
Herditya secara spesifik memproyeksikan bahwa pelemahan bisa mencapai rentang area support di level 5.723 hingga 5.972. Proyeksi ini didasarkan pada struktur pergerakan harga yang sedang berlangsung di pasar saham domestik.
"IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave (iv), sehingga IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.732-5.972," tulis Herditya dalam risetnya pada Selasa (23/6/2026).
Di sisi lain, meskipun ada potensi koreksi, Herditya juga melihat adanya peluang pemulihan yang terbuka bagi indeks komposit. Peluang penguatan ini memberikan optimisme bagi investor jangka menengah.
Menurut pandangan analis tersebut, jika sentimen pasar membaik, IHSG masih memiliki kapasitas untuk menguat menuju level yang lebih tinggi. Rentang penguatan yang diprediksi berada di antara 6.548 sampai 6.782.
Ia juga menyoroti kondisi teknikal yang terjadi pada penutupan perdagangan sebelumnya. "IHSG terkoreksi 0,98% ke 6.116 [kemarin] dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun pergerakan IHSG masih mampu berada di atas MA20," tuturnya.
Kondisi IHSG yang masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) menjadi indikator penting bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mengambil alih kendali pasar. Hal ini menjadi dasar bagi harapan adanya potensi rebound.