BISNIS.HOTNEWS.ID - Presiden Joko Widodo baru-baru ini menjadi sorotan publik menyusul serangkaian kegiatan safari politik yang dilakukannya bersama dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Aksi politik ini memicu spekulasi mengenai tujuan strategis di balik kehadiran aktif orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Keikutsertaan Presiden Jokowi dalam kegiatan PSI tersebut dinilai memiliki dua agenda utama yang saling terkait erat. Agenda pertama yang paling kentara adalah upaya untuk memperkuat dan membesarkan kapasitas mesin politik PSI di kancah nasional.

Hal ini sejalan dengan pernyataan eksplisit yang kerap disampaikan oleh Bapak Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan publik mengenai pentingnya partai baru untuk terus berkembang. Upaya sosialisasi intensif memang krusial bagi partai yang relatif muda seperti PSI.

Wahyutama dari Paramadina Public Policy Institute memberikan pandangannya mengenai manuver politik yang dilakukan oleh Presiden. Menurutnya, langkah safari politik ini merupakan bagian yang wajar dalam peta perpolitikan nasional saat ini.

"Tentu saja tujuan utama safari politik Jokowi adalah membesarkan mesin politik PSI," ujar Wahyutama saat dihubungi, sebagaimana dikutip Sabtu (27/06/2026).

PSI sendiri merupakan sebuah entitas politik yang didirikan pada tanggal 15 November 2015. Meskipun telah berjuang dalam Pemilu 2024, partai tersebut belum berhasil menembus parlemen pusat.

Partai tersebut berhasil mengumpulkan 4,26 juta suara dalam Pemilu terakhir. Sayangnya, perolehan suara tersebut hanya merepresentasikan 2,8% dari total suara sah nasional, jauh di bawah ambang batas parlemen sebesar 4%.

Di samping upaya penguatan PSI, Wahyutama juga menghubungkan safari politik ini dengan isu internal politik yang sempat beredar belakangan ini. Isu tersebut berkaitan dengan adanya dugaan instruksi dari pimpinan Partai Gerindra.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Bloombergtechnoz. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.