BISNIS.HOTNEWS.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini memberikan kepastian mengenai adanya upaya efisiensi anggaran yang akan dilakukan terhadap program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga kesehatan fiskal negara.

Saat didesak oleh awak media mengenai besaran pemotongan anggaran yang ditargetkan, Purbaya mengungkapkan ambisinya yang tinggi namun realistis. Ia secara terbuka menyatakan bahwa idealnya ia ingin melakukan pemangkasan hingga nol persen.

Namun, ia mengakui bahwa keinginan tersebut tidak mungkin terealisasi mengingat anggaran untuk program MBG tersebut sudah dialokasikan dan berjalan. Program ini dinilai memiliki manfaat substansial bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara luas.

Purbaya Yudhi Sadewa mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil peran sentral dalam memastikan implementasi program MBG dilaksanakan dengan kualitas yang jauh lebih baik ke depannya. Fokus utama kini beralih dari sekadar alokasi dana menjadi efektivitas penyaluran manfaat.

Mengenai urgensi efisiensi, Purbaya memberikan pandangannya secara lugas kepada para wartawan. "Kalau saya maunya nol, tapi nggak bisa kan, (anggarannya) sudah keluar," kata beliau.

Ia melanjutkan penjelasannya dengan menegaskan bahwa pengurangan anggaran akan tetap dilakukan secara signifikan, meskipun tidak sampai menghilangkan keseluruhan alokasi dana yang sudah ada. Hal ini dilakukan agar program tetap berjalan sesuai tujuan mulianya.

"Nanti jadi nggak benar karena programnya bagus. Tinggal implementasi aja diperbaiki. Jadi cukup signifikan pengurangannya," tambah Purbaya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan saat menghadiri sesi media briefing yang diselenggarakan di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. Momen ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 26 Juni 2026, kemarin.

Melalui langkah efisiensi ini, Menteri Keuangan berharap posisi anggaran negara secara keseluruhan akan menjadi lebih stabil dan aman untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan. "Yang jelas anggaran kita menjadi lebih aman," pungkas Purbaya Yudhi Sadewa.