BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, tepatnya di sepanjang garis pantai Oman, tercatat mengalami penurunan signifikan pada hari Minggu. Penurunan ini terjadi hanya sehari setelah beberapa kapal yang sedang berlayar melalui rute krusial tersebut dilaporkan tiba-tiba mengubah arah pelayaran mereka.

Situasi ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh Iran untuk menegaskan dan mempertahankan kendalinya atas jalur pelayaran strategis tersebut. Hal ini menjadi sorotan utama dalam dinamika geopolitik maritim kawasan Teluk Persia.

Salah satu kapal tanker produk yang sebelumnya dilaporkan berbalik arah pada hari Sabtu, tampak melakukan upaya pelayaran baru. Kapal tersebut terlihat kembali berlayar melewati ujung semenanjung Musandam, yang merupakan wilayah Oman.

Sebuah kapal tanker produk lainnya diketahui telah berhasil melintasi rute yang sama sebelumnya. Kapal tersebut sebelumnya secara terbuka telah memberikan sinyal mengenai niatnya untuk melanjutkan perjalanan, dan kini dilaporkan telah menyiarkan posisinya di wilayah perairan Teluk Oman.

Kapal-kapal dagang lainnya memilih strategi berbeda untuk melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa di antaranya memutuskan untuk melintas melewati selat tersebut pada waktu malam hari, menghindari pengawasan visual yang lebih mudah dilakukan pada siang hari.

Salah satu contohnya adalah kapal pengangkut minyak mentah tipe Suezmax yang terakhir kali memancarkan posisinya dari dalam Teluk Persia pada hari Sabtu. Kapal tersebut kemudian terlihat muncul di wilayah Teluk Oman, menunjukkan perubahan rute atau waktu tempuh.

Dilansir dari Bloomberg, selama periode hari Jumat dan Sabtu, tercatat setidaknya ada delapan kapal yang terlihat membatalkan pelayaran mereka dan berbalik arah saat melintasi Selat Hormuz di sisi pantai Oman. Kejadian ini menunjukkan adanya ketidakpastian dalam navigasi di area tersebut.

"Jumlah kapal yang berlayar melalui Selat Hormuz di sepanjang pantai Oman menurun drastis pada Minggu, sehari setelah beberapa kapal yang keluar melalui rute tersebut tiba-tiba berbalik arah," demikian informasi yang disampaikan mengenai perkembangan situasi ini.

Dari delapan kapal yang memutar balik tersebut, empat di antaranya kemudian dilaporkan melanjutkan perjalanan mereka ke arah utara, menuju rute yang berada di bawah kendali Iran, dan akhirnya meninggalkan perairan Selat Hormuz.