BISNIS.HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan dalam hubungan internasional terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa negaranya telah mencapai kesepakatan damai dengan Republik Islam Iran. Kesepakatan ini secara resmi menandai berakhirnya seluruh bentuk operasi militer yang berlangsung antara kedua belah pihak.
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Trump melalui sebuah unggahan di akun media sosial pribadinya. Keputusan ini diharapkan mampu meredakan ketegangan yang selama ini membayangi kawasan Timur Tengah dan jalur pelayaran vital.
Presiden Trump secara spesifik menyatakan bahwa perjanjian dengan Iran telah rampung dan mengindikasikan langkah-langkah konkret yang diambil pasca kesepakatan tersebut. Langkah ini mencakup pemberian otoritas penuh untuk mengaktifkan kembali Selat Hormuz tanpa adanya biaya tambahan.
Evaluasi Serius Realisasi Investasi Asing, Presiden Prabowo Gelar Rapat Khusus di Akhir Pekan
Lebih lanjut, dalam pengumuman tersebut, Presiden Trump juga memerintahkan pencabutan segera terhadap blokade yang selama ini diberlakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Tindakan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk segera mengimplementasikan poin-poin perjanjian damai tersebut.
Informasi mengenai tercapainya kesepakatan damai ini juga dikonfirmasi oleh sumber eksternal, yakni Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif. Sharif menyampaikan hal tersebut pada hari Minggu, 14 Juni 2026 waktu setempat, beberapa saat sebelum pernyataan resmi dari Washington.
Menurut Sharif, kedua negara, baik AS maupun Iran, telah menyatakan secara bersamaan mengenai penghentian operasi militer yang sifatnya adalah segera dan permanen. Hal ini menegaskan bahwa gencatan senjata telah berlaku efektif pasca kesepakatan.
Dalam sebuah unggahan di platform X miliknya, Perdana Menteri Pakistan menjelaskan jadwal formalisasi perjanjian tersebut. "Draf kesepakatan tersebut dijadwalkan bakal ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni," ujar Shehbaz Sharif.
Sharif menambahkan bahwa salah satu poin krusial dalam perjanjian yang disepakati adalah mengenai isu Lebanon, yang selama ini menjadi salah satu permasalahan utama yang diperdebatkan oleh pihak Iran. Hal ini mengindikasikan bahwa isu regional juga menjadi bagian dari resolusi damai ini.
Dilansir dari Bloomberg News, berita ini memberikan perspektif baru mengenai dinamika geopolitik, di mana kesepakatan ini diharapkan membawa stabilitas baru di kawasan strategis tersebut. Kesepakatan ini menyentuh berbagai aspek ketegangan yang telah berlangsung lama antara Washington dan Teheran.