BISNIS.HOTNEWS.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah di awal sesi perdagangan Senin, 27 Juli 2026, dilaporkan mengalami pelemahan signifikan. Mata uang Garuda bahkan sempat menyentuh angka Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan yang kuat di pasar keuangan domestik.

Kondisi serupa juga dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut tercatat merosot tajam hingga menyentuh level 6.173, menunjukkan sentimen negatif yang meluas.

Peristiwa penting yang menjadi sorotan dan diduga kuat menekan pasar keuangan domestik adalah pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Keputusan ini menimbulkan dampak yang cukup besar bagi stabilitas pasar.

Pengunduran diri orang nomor satu di Bank Indonesia tersebut memberikan sentimen negatif yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari pergerakan mata uang Rupiah yang terus tertekan.

Selain itu, pasar modal Indonesia juga merasakan imbasnya. Pelemahan yang terjadi pada IHSG merupakan indikasi adanya kekhawatiran investor terhadap prospek ekonomi ke depan.

Pasar saat ini tengah menantikan siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai pengganti Gubernur Bank Indonesia. Pengumuman tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan menenangkan gejolak yang terjadi.

Kekhawatiran pasar ini wajar terjadi mengingat peran sentral Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan.

"Pergerakan nilai tukar Rupiah pada Senin (27/07/2026) sesi pertama perdagangan menunjukkan pelemahan, bahkan sempat menyentuh angka Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat," demikian dilaporkan dalam artikel asli.

"Gejolak serupa juga dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot tajam hingga ke level 6.173," lanjut laporan tersebut.