BISNIS.HOTNEWS.ID - Mata uang Rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir sesi perdagangan, Senin, 27 Juli 2026. Penutupan perdagangan mencatat angka Rp18.000 per dolar AS, menandai posisi terendah yang dicapai dalam sepekan terakhir.
Sebelumnya, pergerakan Rupiah diawali dengan pelemahan tipis sekitar 0,14%, membawanya ke posisi Rp17.960 per dolar AS. Namun, tekanan pasar yang terus berlanjut tidak dapat dibendung.
Tekanan tersebut akhirnya membuat Rupiah kehilangan tambahan 40 poin dari nilai pembukaannya. Penurunan ini mendorong mata uang Garuda menembus angka psikologis penting yang menjadi perhatian pelaku pasar.
Peristiwa ini terjadi pasca informasi mengenai mundurnya pimpinan Bank Indonesia beredar di pasar. Isu ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu sentimen negatif dan aksi jual terhadap Rupiah.
Pasar keuangan kini tengah mencermati dengan seksama proses transisi kepemimpinan di otoritas moneter Indonesia. Ketidakpastian terkait siapa yang akan mengisi posisi strategis tersebut turut menambah kekhawatiran investor.
"Rupiah ditutup pada angka Rp18.000 per dolar AS, menandai level terendah dalam sepekan terakhir," demikian informasi yang diterima dari TREN.BISNISMARKET.COM.
Sebelumnya, pelemahan tipis terlihat di awal perdagangan, di mana mata uang Garuda dibuka pada posisi Rp17.960 per dolar AS. Selisih 0,14% tersebut menjadi awal dari tren pelemahan yang lebih dalam.
"Namun, tekanan yang terus berlanjut membuat rupiah kehilangan 40 poin lagi hingga menyentuh angka psikologis yang krusial," demikian lanjutan informasi dari sumber yang sama.
Situasi ini menuntut pelaku pasar untuk tetap waspada dan mencermati perkembangan lebih lanjut. Stabilitas ekonomi dan kebijakan moneter ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana transisi kepemimpinan ini berjalan.