BISNIS.HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif saat memulai sesi perdagangan pekan ini, Senin, 22 Juni 2026. Pelemahan ini terjadi meskipun terdapat beberapa indikasi sentimen pasar yang sempat menunjukkan perbaikan.

Pergerakan IHSG pada penutupan sesi kedua menunjukkan koreksi yang cukup dalam. Indeks tercatat anjlok sebesar 0,98%, yang setara dengan kehilangan 60,45 poin dari penutupan sebelumnya.

Akibat penurunan tersebut, IHSG secara resmi menutup hari di level 6.116,69. Penurunan ini menjadi perhatian utama para pelaku pasar modal sepanjang hari perdagangan.

Selama hari itu, pergerakan IHSG menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, bergerak dalam rentang yang relatif lebar. Investor menyaksikan indeks mencapai titik tertinggi di level 6.226,72.

Sementara itu, tekanan jual mendorong IHSG mencapai titik terendah intraday di level 6.052,94. Rentang fluktuasi ini mencerminkan ketidakpastian yang dihadapi oleh pasar saham domestik.

Data resmi yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa meskipun terjadi pelemahan indeks, aktivitas perdagangan pada hari tersebut masih tergolong cukup ramai. Hal ini menunjukkan tingkat partisipasi investor tetap tinggi dalam memantau dinamika pasar.

Dikutip dari TREN.BISNISMARKET.COM, IHSG mengakhiri hari pertama pekan ini dengan tekanan signifikan. Penurunan hampir satu persen ini menandakan bahwa faktor-faktor eksternal dan internal sedang dicermati secara ketat oleh para investor.

Dilansir dari TREN.BISNISMARKET.COM, meskipun data menunjukkan aktivitas perdagangan yang ramai, sentimen negatif yang dipicu oleh isu domestik dan ketegangan geopolitik global tampaknya lebih mendominasi keputusan jual beli investor.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Tren.bisnismarket. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.