BISNIS.HOTNEWS.ID - Sebuah operasi penegakan hukum maritim yang signifikan telah dilaksanakan oleh Inggris pada Minggu pagi, menargetkan kapal tanker minyak yang berada di bawah rezim sanksi internasional. Aksi ini merupakan respons langsung terhadap upaya berkelanjutan untuk membatasi sumber pendapatan yang digunakan oleh Rusia.
Aksi penangkapan ini merupakan operasi pertama yang dipimpin oleh Inggris dan secara spesifik ditujukan untuk membongkar apa yang disebut sebagai "armada bayangan" Rusia yang beroperasi secara ilegal melintasi perairan global. Tindakan ini menunjukkan komitmen Inggris dalam menegakkan rezim sanksi yang telah diberlakukan.
Pelaksanaan operasi ini melibatkan personel gabungan dari Komando Marinir Kerajaan dan petugas khusus dari Badan Kejahatan Nasional (NCA). Mereka berhasil menaiki kapal tanker bernama Smyrtos ketika berada di dalam perairan teritorial Inggris.
Operasi penyerbuan di laut ini berlangsung selama enam jam dan melibatkan dukungan substansial dari berbagai aset pertahanan negara. Dukungan tersebut mencakup kapal-kapal dari Angkatan Laut Kerajaan, helikopter militer, serta pesawat patroli maritim canggih milik RAF jenis P-8.
Setelah berhasil diamankan, pihak berwenang memutuskan untuk memindahkan kapal Smyrtos ke lokasi penambatan yang telah ditentukan di lepas pantai selatan Inggris. Pemindahan ini dilakukan untuk memfasilitasi proses investigasi lebih lanjut yang sedang berjalan.
Selama masa penambatan tersebut, otoritas terkait akan terus melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap kapal tersebut. Selain itu, pemantauan intensif juga akan dilakukan untuk mengantisipasi dan memitigasi potensi risiko lingkungan atau keselamatan yang mungkin timbul.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa tindakan tegas ini diambil berdasarkan kerangka hukum yang berlaku, baik domestik maupun internasional. Keputusan ini didasarkan pada persetujuan yang telah diberikan oleh Perdana Menteri Keir Starmer mengenai penindakan terhadap armada bayangan sejak bulan Maret lalu.
Dilansir dari Bloomberg, pemerintah Inggris menyatakan bahwa kapal tanker tersebut menjadi sasaran utama sebagai bagian dari upaya penegakan sanksi yang dirancang secara spesifik. Tujuan utamanya adalah membatasi aliran pendapatan yang selama ini digunakan untuk mendanai perang yang dilancarkan oleh Presiden Vladimir Putin di Ukraina.