BISNIS.HOTNEWS.ID - Pertumbuhan signifikan yang dicatat oleh beberapa subsektor dalam ekonomi kreatif Indonesia, khususnya pengembangan aplikasi, game developer, dan fotografi, kini sangat erat kaitannya dengan evolusi teknologi terkini. Perkembangan teknologi, termasuk adopsi kecerdasan artifisial (AI), disebut menjadi pendorong utama di balik lonjakan kinerja sektor-sektor tersebut.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam sebuah acara resmi di Jakarta belum lama ini. Fokus pembahasan adalah bagaimana inovasi digital mulai mengubah lanskap industri kreatif nasional secara struktural.

Amalia menyoroti bahwa terdapat tiga subsektor spesifik yang berhasil mencatatkan laju pertumbuhan mencapai dua digit selama periode penilaian terakhir. Ketiga subsektor ini memiliki kedekatan yang sangat intensif dengan dinamika perkembangan teknologi digital yang makin masif.

"Tiga subsektor yang pertumbuhannya sudah mencapai double digit tersebut memiliki kaitan dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi memang sangat pesat," ujar Amalia Adininggar Widyasanti.

Ia melanjutkan bahwa pemanfaatan AI kini mulai diadopsi secara luas oleh masyarakat dalam menciptakan berbagai karya kreatif, termasuk animasi dan bentuk seni digital lainnya. Hal ini, menurutnya, merupakan bagian integral dari evolusi ekonomi kreatif saat ini.

"Sekarang masyarakat juga mulai memanfaatkan AI untuk membuat animasi dan berbagai bentuk karya kreatif lainnya. Hal itu tentu menjadi bagian dari perkembangan ekonomi kreatif," kata Amalia usai Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Data yang dipaparkan oleh BPS menunjukkan bahwa subsektor aplikasi dan game developer memimpin dengan laju pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025, mencapai angka impresif sebesar 18,22%. Angka ini menggarisbawahi peran sentral industri digital native dalam perekonomian.

Selanjutnya, subsektor film, animasi, dan video menyusul dengan pertumbuhan sebesar 17,59%, sementara fotografi juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 10,15%. Ketiga sektor ini membuktikan adaptabilitas mereka terhadap inovasi teknologi.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, meski kontribusi ketiga subsektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif secara agregat belum melampaui sektor yang lebih mapan seperti kuliner atau fashion, Amalia melihat potensi besar ada di sana.